Suara.com - Rasio jumlah lulusan Strata 2 (S2) atau master per satu juta penduduk Indonesia ditargetkan meningkat tujuh kali lipat pada 2025, kata Menteri Keuangan Bambang Bodjonegoro.
"Melalui upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan rasio jumlah master per satu juta penduduk Indonesia meningkat dari sekitar 2.300 pada saat ini menjadi 16.000 master per satu juta penduduk Indonesia pada 2025," ujar Menkeu di Jakarta, Kamis (30/7/2015).
Ia juga menargetkan rasio jumlah doktor atau lulusan S3 meningkat jauh dari 143 menjadi 1.400 doktor per satu juta penduduk pada 2025.
Dengan peningkatan rasio tersebut, ujar dia, perguruan tinggi di Indonesia akan berkembang pesat karena meningkatnya jumlah dan kualitas tenaga dosen yang ada.
Untuk mewujudkan hal itu, Menteri Bambang menuturkan pemerintah mengalokasikan 20% APBN untuk pendidikan sesuai amanat konstitusi serta menyediakan dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk disalurkan sebagai beasiswa.
Ia mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia karena hal itu merupakan faktor kunci pencapaian taraf ekonomi yang lebih tinggi.
Saat ini, tutur dia, Indonesia termasuk negara dalam kategori lower middle income country, tetapi Indonesia diperkirakan akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat kedua di antara 18 negara paling besar, yakni negara di Asia Tenggara, Jepang, AS, Turki, Korea, Brazil, India, Tiongkok dan Rusia dari 2009 hingga 2015.
"Ke depannya ekonomi kita diharapkan menjadi lebih dominan dan tumbuh menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh pada 2030," kata Menkeu.
Salah satu cara pemerintah meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk taraf ekonomi yang lebih tinggi adalah dengan menyediakan beasiswa pendidikan melalui LPDP untuk seluruh penduduk Indonesia yang ingin melanjutkan atau sedang menjalani S2 atau S3 serta memenuhi persyaratan.
Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan tersebut memiliki dana abadi pendidikan sebesar Rp 15,6 triliun yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2010-2013. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam