Suara.com - Pengawas proyek Blok Cepu dari SKK Migas Yulius Wiratno menyatakan produksi puncak minyak Blok Cepu 165 ribu barel per hari di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dijadwalkan berkisar Agustus-September 2015, bisa mundur.
"Jelas produksi puncak minyak Blok Cepu 165 ribu barel/hari, akan mundur, terkena dampak aksi massa tenaga kerja proyek Blok Cepu," katanya di Bojonegoro, Minggu (2/8/2015).
Lebih lanjut ia menjelaskan perbaikan lokasi kerja proyek Blok Cepu akan membutuhkan waktu cukup lama, karena banyaknya peralatan kantor yang rusak akibat amuk massa tenaga kerja.
"Belum bisa ditentukan kapan produksi puncak 165 ribu barel bisa terealisasi, sebab banyak peralatan kantor yang rusak," katanya.
"Kaca-kaca gedung perkantoran hampir semuanya pecah, karena dilempari massa dengan berbagai benda, termasuk alat perkantoran juga dirusak," kata Yulius, yang ketika terjadi amuk massa berada di dalam salah satu gedung PT. Tripatra di lokasi kejadian.
Sebelum aksi massa, menurut dia, produksi minyak Blok Cepu di Kecamatan Gayam sekitar 80 ribu barel per hari.
Namun, kata dia, ExxonMobil Cepu Limited menghentikan produksi minyak di dua lapangan Blok Cepu, yang bisa menghasilkan sekitar 50 ribu barel/hari. Dihentikannya produksi minyak di dua lapangan, karena berdekatan amuk massa.
"Satu lapangan minyak Blok Cepu masih tetap berproduksi sekitar 30 ribu barel/hari, karena lokasinya jauh dari lokasi kerusuhan," kata dia. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional