Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengajukan dana Badan Layanan Umum (BLU) ke Kementerian Keuangan sebesar Rp750 miliar untuk membiayai program pembangunan 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
Pasalnya, anggaran subsidi untuk pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera-Perubahan (APBN-P) sebesar Rp 5,1 triliun telah habis terserap. Dana subsidi tersebut dikucurkan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Kita kan sampai saat ini sudah menyerap anggaran subsidi untuk perumahan Rp5,1 triliun. Jadi saat ini kita sedang ajukan BLU ke Kemenkeu. Itu untuk bantuan subsidi selisih rumah KPR," kata Basuki dikantor Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2015) malam.
Ia mengatakan hingga saat ini Kementerian PUPR sudah membangun 400 ribu unit rumah untuk kalangan MBR. Ia yakin, hingga akhir tahun pihaknya bisa membangun hingga 600 ribu unit rumah.
"Kami yakin 600 ribu unit rumah MBR akan tercapai plus perumahan non-MBR," katanya.
Seperti diketahui, program pembangunan satu juta rumah ini diperkirakan menghabiskan dana hingga Rp67,8 triliun. Potensi ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan, Baperarun-PNS, PT Taspen, Perum Perumnas, FLPP dan Anggaran Kementerian PUPR.
Berita Terkait
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit
-
Film Laddaland Versi Indonesia Tayang 13 Agustus 2026, Pakai Pendekatan Horor yang Beda
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya