Suara.com - Semakin maraknya penggunaan kartu kredit sebagai pilihan alat pembayaran saat ini membuat banyak orang berlomba-lomba melakukan pengajuan pembuatan kartu kredit demi memiliki kartu kredit impian mereka. Sayangnya, beberapa orang kurang memperhatikan cara-cara pengajuan yang baik dan benar sehingga mengakibatkan ditolaknya pengajuan pembuatan kartu kredit oleh bank penerbit.
Apa saja hal yang sebaiknya Anda hindari ketika akan mengajukan pembuatan kartu kredit? Berikut ini kami berikan ulasannya.
1.Mengajukan ke Beberapa Bank Sekaligus
Untuk alasan kepraktisan, sekaligus mencoba-coba peruntungan, beberapa orang memilih mengajukan pembuatan kartu kredit ke beberapa bank secara bersamaan, dengan harapan salah satu bank akan meloloskan permohonan kartu kredit yang diajukan. Hal ini wajar saja dilakukan, namun sebaiknya dihindari. Batasi jumlah bank yang akan diajukan pembuatan kartu kredit, dan beri jeda antara waktu pengajuan yang satu dengan yang selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan dari pihak bank yang dapat mengakibatkan ditolaknya seluruh pengajuan yang dilakukan.
2. Penggunaan Kartu Kredit Secara Berlebihan
Jika Anda telah memiliki kartu kredit sebelumnya, dan berencana untuk mengajukan pembuatan kartu lagi, maka Anda perlu memperhatikan catatan transaksi kredit kartu lama, jangan sampai pihak bank menemukan transaksi kredit Anda melebihi 35% limit kartu kredit yang Anda miliki. Hal ini akan mengakibatkan pihak bank menganggap Anda berisiko dan menolak pengajuan Anda. Semakin sedikit pemakaian kredit Anda, semakin baik pula catatan kredit Anda di mata bank.
3. Terlambat Membayar Tagihan
Ketepatan Anda dalam membayar tagihan menjadi salah satu perhitungan bank dalam mengabulkan permohonan kartu kredit. Semakin seringnya keterlambatan pembayaran yang Anda lakukan, mengakibatkan reputasi catatan kredit yang semakin buruk di mata bank. Jika catatan kredit buruk, Anda akan mengalami kesulitan saat melakukan pengajuan pembuatan kartu kredit yang berikutnya. Oleh karena itu, usahakan selalu bayar tagihan kartu kredit Anda tepat waktu untuk membangun reputasi catatan kredit yang baik.
4.Melakukan Penutupan Kartu Kredit yang Jarang Terpakai
Ketika merasa sudah mengoleksi terlalu banyak kartu kredit di dalam dompet, seseorang akan mulai berpikir untuk menutup beberapa kartu di antaranya, biasanya yang paling jarang terpakai. Tahukah Anda, bahwa hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap catatan kredit Anda di bank? Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda tetap menggunakan kartu kredit tersebut untuk keperluan kecil, dan tetap mempertahankan catatan kredit yang baik. Catatan kredit yang baik akan berguna bagi Anda ketika Anda hendak melakukan pengajuan pinjaman ke bank.
5.Sering Berganti Pekerjaan
Riwayat pekerjaan mungkin tidak akan terlalu berpengaruh terhadap proses pengajuan di tahap pertama. Namun, pada tahap lebih lanjut, pihak bank akan memperhatikan riwayat pekerjaan Anda. Jika didapati Anda terlalu sering berganti pekerjaan dalam beberapa waktu, pihak bank akan meragukan kestabilan pendapatan Anda dan bisa berakibat pada ditolaknya pengajuan. Oleh karena itu, jika berencana memiliki kartu kredit dalam waktu dekat, sebaiknya Anda tidak berganti pekerjaan lebih dari tiga kali dalam setahun.
6. Pengajuan yang Tidak Sesuai Kebutuhan
Banyaknya pilihan kartu kredit yang ditawarkan pihak bank penerbit menuntut kita untuk lebih teliti dan selektif dalam memilih kartu kredit yang paling sesuai dengan kebutuhan. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai bank-bank yang menawarkan fasilitas kartu kredit, cermati manfaat dan keuntungan apa saja yang akan diperoleh, kemudian barulah Anda bisa lebih bijak menentukan kartu kredit mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri