Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Sokertono menolak jika pemerintah mendatangkan mesin pembangkit listrik dari Cina untuk mewujudkan proyek kelistrikan 35 ribu megawatt hingga 2018.
"Saya tidak mau proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW) mesinnya berasal dari barang rongsokan dari Cina," kata Bambang Haryo Sokertono usai mengadakan kunjungan kerja ke kantor Perseroan Terbatas (PT) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Selasa (3/11/2015).
Menurut dia, pemerintahan sebelumnya pernah melaksanakan proyek kelistrikan 10 ribu MW, namun lebih dari 50 persen rusak karena mesin berasal dari Cina, termasuk mesin pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeranjang di Kabupaten Lombok Barat, NTB, yang sering bermasalah, sehingga terjadi pemadaman bergilir.
Bambang mengaku memperoleh informasi bahwa pemerintah akan mendatangkan mesin pembangkit energi listrik dari Cina bekas "power plant" batu bara yang sudah tidak digunakan karena dianggap tidak ramah lingkungan.
"Itu mesin akan dikirim ke Indonesia, itu akan kami cegah karena di Cina, sudah tidak digunakan lagi, mereka sudah menggunaan gas," ujarnya.
Menurut Bambang, beberapa negara seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa negara di Eropa, memiliki produk yang jauh lebih berkualitas.
Dia juga menilai bahwa harga yang relatif lebih mahal dibanding produk Cina tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Sebab, yang terpenting adalah kualitas dan ketersediaan onderdil ketika mesin pembangkit listrik membutuhkan perawatan.
"Kalau tetap menggunakan produk Cina, pasti ada kekhawatiran krisis energi listrik karena proyek kelistrikan 10 ribu MW yang dicanangkan pemerintahan sebelumnya rusak, termasuk di NTB," katanya.
Presiden Joko Widodo telah mencanangkan proyek kelistrikan 35 ribu MW mulai 2015 hingga 2018, sebagai salah satu program unggulan pemerintah dalam rangka mencapai salah satu sasaran Nawa Cita, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi.
Khusus di NTB, akan dibangun sejumlah pembangkit listrik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dengan total produksi mencapai 500 MW. Proyek tersebut akan dilaksanakan PT PLN Unit Induk Proyek XI Jaringan Nusa Tenggara. (Antara)
Berita Terkait
-
Pengakuan Jujur Bos Ford Usai Jajal Pikap Listrik BYD Shark 6, Akui Kompetitif Tapi...
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
Update Harga Wuling Air EV Maret 2026, Unit Baru Mulai Rp214 Jutaan
-
Toyota Kucurkan Investasi Fantastis demi Percepat Produksi Mobil Listrik Terbaru
-
Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan