Suara.com - Presiden Joko Widodo menegaskan dalam waktu dua setengah tahun hingga tiga tahun, Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi besar di Lampung harus selesai dibangun.
"Saya puas dengan hasil pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang sekarang, progressnya sangat bagus," kata Presiden Jokowi, usai memantau pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), di Desa Sabahbalau Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, Jumat (6/11/2015).
Jokowi mengatakan, perkembangan pembangunan JTTS selalu dipantau, dan setelah melihat progressnya, dinilai sangat baik dan cepat.
Harapannya, pada tahun 2018, JTTS telah selesai dibangun agar bisa langsung dirasakan oleh warga.
"Tahun 2018 pembangunan JTTS harus selesai hingga Palembang," kata Jokowi lagi.
Selanjutnya, menurut Presiden Jokowi, akan kembali dibuat jalan tol dari Provinsi Aceh hingga tembus ke Lampung.
Presiden Jokowi beserta rombongan tiba di Bandara Radin Inten II Lampung, Jumat, tepat pukul 14.20 WIB.
Presiden Jokowi dan rombongan disambut oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo beserta istri dan jajaran Forkopimda.
Presiden langsung bertolak menuju proyek pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera di Km 77 yang terletak di Desa Sabah Balau Kabupaten Lampung Selatan dengan menggunakan jalur darat.
Menurut informasi, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja selama dua hari, hingga Sabtu (7/11) di Lampung, antara lain untuk meninjau pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung maupun Palembang, Sumatera Selatan.
Sejumlah agenda kunjungan lainnya juga akan dilakukan Presiden Jokowi, termasuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Lampung pada Jumat malam.
Tag
Berita Terkait
-
Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan PT Sanitarindo, KPK Lanjutkan Proses Sidang Korupsi JTTS
-
Kasus Korupsi Jalan Tol Trans Sumatera, Legalitas Lahan Kini Diusut KPK
-
KPK Ungkap Korupsi JTTS Direncanakan Bintang Perbowo Jauh Sebelum Jadi Bos Hutama Karya
-
KPK Bongkar Akal Bulus Korupsi Tol Trans Sumatera: Lahan 'Digoreng' Dulu, Negara Tekor Rp205 M
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal