Bisnis / Keuangan
Rabu, 22 April 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi Command Center Hutama Karya. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • PT Hutama Karya meningkatkan sistem Command Center dan aplikasi Mozy untuk memantau operasional jalan tol Trans Sumatera secara optimal.
  • Peningkatan teknologi ini memungkinkan respons cepat terhadap kecelakaan, kerusakan infrastruktur, serta memantau kendaraan ODOL melalui fitur Weight In Motion.
  • Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal melalui pemantauan data real-time di seluruh ruas jalan tol tersebut.

Suara.com - PT Hutama Karya (Persero) membenahi sistem pemantauan jalan tol Trans Sumatera, dengan meningkatkan pusat pemantauan atau Command Center. Kemudian , Hutama Karya juga melakukan pembaharuan aplikasi pengelolaan jalan tol bernama Mozy.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan strategi ini dilakukan untuk bisa memantau operasional secara optimal, sehingga bisa merespon cepat apa yang dibutuhkan para pengguna jalan tol Trans Sumatera.

Dia memberi contoh, jika terjadi kecelakaan, dengan Command Center ini, maka bisa langsung cepat mengirim petugas maupun ambulan.

"Dengan adanya ini kita bisa monitor untuk setiap titik kilometer di ruas jalan tol kita, sehingga harapan kita, kita bisa memenuhi target SOP untuk SPM (Standar Pelayanan Minimal) di ruas tersebut, misalnya jalan tol itu ada kecelakaan harus 20 menit sampai, kita bisa penuhi dengan tahu lebih dini itu tim bisa langsung ke lokasi dengan kurang dari 20 menit," ujar Koentjoro saat ditemui HK Tower, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menuturkan Command Center yang baru ini juga bisa menyajikan data kendaraan yang lalu-lalang di jalan, hingga bisa membubuhkan pendapatan harian dari transaksi di gerbang tol.

Kemudian, dalam Command Center juga bisa mengetahui kendala-kendala operasional mulai di gardu tol hingga CCTV. Sehingga, jika ada kerusakan bisa langsung ditangani.

"Jadi, bisa kita lihat di sini ketika ada CCTV atau tadi peralatan transaksi yang tidak berfungsi, itu bisa dicek. Langsung teman-teman di sini contact ke ruas masing-masing mana yang trouble di sini bisa monitor," sebut Iwan.

Iwan juga menambahkan, perseroan juga bisa mengetahui para truk obesitas atau ODOL yang lewat di Command Center ini lewat fitur Weight In Motion (WIM).

Tak hanya itu, Command Center juga bisa melirik jalan mana-mana saja yang rusak atau bolong, sehingga bisa cepat diperbaiki.

Baca Juga: Tarif Tol Bakal Kena PPN? Hutama Karya Masih Tunggu Kejelasan

"Dari kerusakan ini karena kita monitor setiap hari, itu bisa kita atasi dengan jangka waktu sebagaimana yang sudah dicantumkan di SPM atau di service level agreement itu. Contoh kayak lubang 2x24 jam dengan kita bisa deteksi ini, kita temukan lubang sebelum 2x24 jam kita sudah bisa tutup," pungkas Iwan

Load More