Suara.com - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sedang melakukan proses studi kelayakan menyusul rencana perseroan untuk membangunan pabrik semen di Kabupaten Pidie, Aceh.
"Mitra partner kita sudah siap untuk membangun pabrik semen. Sekarang kita dalam proses penyelesaian study kelayakannya. Diperkirakan pada tahun depan akan 'ground breaking' jika proses segala sesuatunya lancar," ujar Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni di Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Ia mengemukakan bahwa nilai investasi untuk pembangunan pabrik di Aceh itu sekitar Rp3,5-Rp4 triliun, belum termasuk biaya infrastruktur. Pabrik semen yang akan dibangun itu memiliki kapasitas tiga juta ton.
Ia menambahkan bahwa rencananya perseroan akan membentuk perusahaan patungan atau "joint venture" dengan pengusaha setempat. Nantinya, Semen Indonesia Tbk akan menjadi pemegang saham mayoritas atau menguasai lebih dari 70 persen.
"Diperkirakan pabrik semen di Aceh itu akan rampung pada tahun 2019-2020 mendatang," ucapnya.
Suparni mengatakan bahwa pabrik itu nantinya akan menyasar konsumen Sumatera di bagian Timur dan Sumatera Utara. Dan membuka kemungkinan produk yang dihasilkan di ekspor ke Myanmar, Malaysia, dan Singapura.
Suparni juga mengatakan bahwa perseroan akan menyasar pasar semen ke Bangladesh mengingat kebutuhan semen di negara itu mayoritas disumbang dari impor.
"Bangladesh hanya memiliki satu pabrik semen sehingga tidak mencukupi kebutuhan domestiknya, sekitar 85 persen kebutuhan semen di Bangladesh itu dari impor," ujarnya.
Ia megatakan bahwa langkah perseroan untuk menggenjot pasar ekspor itu menyusul akan bertambahnya kapasitas semen seiring dengan rampungnya dua pabrik semen Indarung VI di Sumatera Barat, dan Rembang, Jawa Tengah pada kuartal III tahun 2016 mendatang.
"Masing-masing pabrik baru itu memiliki kapasitas tiga juta ton," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni
-
Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan