Suara.com - Upaya mendorong penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kebutuhan transportasi dilakukan oleh Pertamina (Persero) dengan dioperasikannya Mobile Refueling Unit (MRU) Pertamina di beberapa titik di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Peresmian beroperasinya empat unit dari tujuh unit MRU penugasan dari pemerintah c.q. Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM ini dilakukan oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi I.G.N. Wiratmaja Pudja bersama Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi Sutanto Soehodho dan Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto. Keempat MRU tersebut masing-masing satu unit beroperasi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, SPBG Pulogebang, Jakarta Timur, SPBU COCO Jl. Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek.
MRU adalah suatu unit pengisian bahan bakar gas berupa CNG yang dapat berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain (mobile) dan penempatannya diprioritaskan untuk lokasi yang tidak terjangkau oleh pipa gas. Setiap MRU memiliki ukuran 20 ft dengan kapasitas storage sekitar 1800 Lsp.
Keberadaan MRU Pertamina di beberapa tempat tersebut diyakini akan memudahkan para pengguna kendaraan berbahan bakar gas untuk mengisi bahan bakarnya dengan CNG (Compressed Natural Gas) dengan merek dagang Envogas, yang lebih bersih dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan BBM. MRU akan dioperasikan dan dikelola oleh Pertamina melalui perusahaan afiliasinya, PT Pertagas Niaga.
“Peresmian MRU ini adalah bukti komitmen Pertamina untuk mendorong penggunaan bahan bakar gas untuk transportasi semakin bertambah jumlahnya. Sambil terus berupaya mengembangkan pasar Envogas dari sisi permintaan, kami terus menambah infrastruktur pengisian gas sehingga semua stakeholder, termasuk kalangan ATPM menjadi semakin yakin akan prospek pasar kendaraan berbahan bakar gas di Indonesia di masa mendatang,” kata Dwi Sucipto, Direktur Utama dalam keterangan resmi, Senin (16/11/2015).
Saat ini, Pertamina telah menuntaskan pembangunan 34 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dengan kapasitas rata-rata 30 kilo liter setara premium di setiap SPBG, termasuk tujuh MRU Pertamina yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Palembang, Semarang dan Balikpapan. Sebagian dari SPBG tersebut dibangun dengan dana APBN, dan pada tahun ini sedang dilaksanakan pembangunan 18 unit SPBG dengan dana APBN Tahun Anggaran 2015 dan 5 unit SPBG Ecostation dengan Anggaran Biaya Investasi Pertamina.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah mempercayai Pertamina untuk melakukan pembangunan dan penyediaan infrastruktur CNG baik menggunakan dana APBN maupun dana Pertamina," tutup Dwi.
Berita Terkait
-
Mandalika Kembali Jadi Panggung MotoGP 2026, Indonesia Incar Efek Besar Pariwisata
-
Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!
-
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Pertamina: Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Regulasi yang Berlaku
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026