Suara.com - Bank Dunia dan Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengakui Program Keluarga Harapan (PKH) mampu mempersempit jurang kesenjangan sosial dalam masyarakat.
"PKH ini satu-satunya program yang bisa mempersempit kesenjangan menurut Bank Dunia dan Kementerian Keuangan," kata Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di sela-sela pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahap II 2015 di Jakarta, Rabu (25/11/2015).
Salah satu target dari dalam program pembangunan, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi serta mempersempit kesenjangan sosial. "Gini rasio kita per November 2015 itu 0,40. Harapannya tahun depan bisa 0,39".
Dengan demikian, ia mengatakan angka kesenjangan sosial dalam masyarakat akan semakin dipersempit. "Menurut survei Bank Dunia dan Kementerian Keuangan ya PKH ini yang bisa mempersempit kesenjangan".
Pada 2014, PKH memberikan bantuan untuk 2.871.827 Keluarga Sangat Miskin (KSM) di 418 kabupaten di 34 provinsi. Tahun 2015, PKH akan memperluas cakupan wilayah hingga 455 kabupaten, yang artinya 88,5 persen kabupaten/kota telah tercover PKH.
Cakupan tahun 2015 diperluas dengan menambah komponen bantuan bagi KSM yang memiliki anak usia SMA dan penyandang disabilitas, serta intervensi perubahan perilaku dalam bentuk pertemuan penguatan keluarga atau Family Development Session (FDS).
FDS merupakan pertemuan bulanan yang diselenggarakan oleh pendamping PKH kepada KSM dengan materi edukasi terkait pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta perlindungan anak. Muatan edukasi diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku penerima PKH ke arah lebih positif, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, serta pengasuhan anak.
Untuk peningkatan kualitas hidup penerima PKH dilakukan dengan sinergitas antarprogram penanggulangan kemiskinan. Peserta PKH berhak menerima intervensi program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra), serta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Juga, berhak memperoleh program intervensi lainnya, seperti Kelomok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), serta program dari pemerintah daerah dan kementerian/lembaga lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bagaimana Sistem Transportasi Publik Melanggengkan Kemiskinan Waktu
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Pemprov Jabar Jadi Pemerintah Daerah Terbaik dalam Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026