- Tragedi kematian siswa SD di NTT mengungkap kelemahan pendataan keluarga sangat rentan.
- Mensos Gus Ipul mendesak akurasi data sosial agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
- Korban diduga bunuh diri akibat keterbatasan ekonomi keluarga untuk membeli peralatan sekolah.
Suara.com - Tragedi tewasnya seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkap celah besar dalam sistem perlindungan sosial nasional. Peristiwa ini menyoroti masih adanya keluarga rentan yang luput dari pendataan bantuan dan perlindungan negara.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya anak berusia 10 tahun tersebut yang diduga nekat mengakhiri hidup karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individual semata.
“Tentu kami sangat prihatin dan turut berduka. Kejadian ini menjadi perhatian serius dan atensi kita bersama,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Gus Ipul menegaskan bahwa tragedi ini menunjukkan urgensi penguatan data keluarga rentan agar tidak ada warga yang tercecer dari program perlindungan sosial. Ia menyebut pendampingan dan akurasi data merupakan kunci agar negara benar-benar hadir hingga ke level paling dasar.
“Bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan dan akurasi data. Kita harapkan ke depan tidak ada lagi warga yang tidak terdata,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa persoalan utama terletak pada basis data sosial yang belum sepenuhnya menjangkau keluarga dalam kondisi paling ekstrem, terutama di pelosok daerah.
“Hal yang sangat penting adalah kembali ke data. Bagaimana data ini disajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga yang memerlukan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” imbuhnya.
Sebelumnya dilaporkan, seorang anak berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, pada Kamis (29/1/2026). Korban yang merupakan siswa kelas IV SD tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah pohon.
Saat mengevakuasi jasad korban, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan berbahasa daerah Bajawa yang ditujukan kepada ibunya. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki latar belakang peristiwa tersebut, termasuk dugaan kekecewaan korban karena tidak mampu membeli peralatan tulis akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?