Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan bunga kredit perbankan yang mencapai "double digit" atau di atas 10 persen bisa diturunkan sehingga bisa menggairahkan realisasi investasi di Indonesia.
"Salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah tingginya bunga kredit perbankan yang mencapai double digit atau di atas 10 persen, kita harap bisa diturunkan sehingga bisa menggairahkan investasi di Indonesia," kata Jusuf Kalla di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12/2015).
JK berharap bunga perbankan bisa turun sampai dengan lima persen, seperti halnya yang terjadi dengan banyak negara maju di dunia, sehingga Indonesia bisa terlepas dari anggapan mahalnya sektor jasa keuangan.
"Kami harap 5 persen bunganya. Tidak ada negara yang maju, jika bunganya tidak rendah," ujarnya.
JK mengatakan dirinya telah membicarakan hal tersebut dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo untuk bisa mencari sisi yang bisa mendorong bunga kredit lebih rendah.
"Kita sudah bicara panjang dan akan kami evaluasi. Karena memang keinginan investor untuk berinvestasi selalu dibandingkan dengan Vietnam atau negara lain," ucapnya.
Hal tersebut dikarenakan adanya pemikiran bahwa biaya untuk menanam investasi di Indonesia lebih tinggi.
"Asing bisa memberikan bunga 1 persen sementara kita 12 persen, mana mungkin kita bisa bersaing," tuturnya.
Sementara itu, terkait Usaha Kecil Menengah (UKM), tambah JK, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dengan penambahan subsidi bunga, sehingga dari bunga yang tadinya 22 persen, saat ini turun menjadi 12 persen dan tahun depan ditargetkan menjadi 9 persen.
"Kalau UKM, kami pastikan 9 persen untuk tahun depan," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
-
Bank Indonesia: Kredit Nganggur Masih Tinggi, Nilainya Tembus Rp2.536 Triliun
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
-
Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman