- Bank Indonesia mencatat kredit belum tersalur (undisbursed loan) mencapai Rp2.536,40 triliun, mendorong pemanfaatan pinjaman.
- Pertumbuhan kredit perbankan Februari 2026 melambat menjadi 9,37% (yoy), didorong kuat oleh kredit investasi.
- Sektor perbankan Indonesia dinilai solid dengan likuiditas dan permodalan kuat, ditunjukkan CAR 25,87%.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang nganggur masih cukup tinggi. Adapun jumlahnya meningkat 22,86 persen dari plafon yang tersedia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan agar kredit yang nganggur bisa digunakan. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan, terutama dari sisi permintaan yang dinilai belum optimal.
"Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.536,40 triliun atau 22,86 persen dari plafon kredit yang tersedia," katanya.
Menurut Bank Indonesia, kondisi tersebut menunjukkan dunia usaha masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan pemanfaatan pembiayaan perbankan guna mendorong ekspansi ekonomi. Dari sisi penawaran, kapasitas perbankan disebut tetap kuat.
Hal ini tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 27,40 persen. Serta, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih tinggi sebesar 13,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari 2026.
Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan juga masih terjaga, terlihat dari persyaratan kredit (lending requirement) yang relatif longgar. Meski demikian, BI mencatat adanya pengetatan pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat tingginya risiko kredit di kedua sektor tersebut.
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit perbankan tetap menunjukkan tren positif meskipun sedikit melambat. Pada Februari 2026, kredit tumbuh 9,37 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy).
Pertumbuhan ini didorong oleh kredit investasi yang meningkat signifikan sebesar 20,72 persen (yoy), diikuti kredit modal kerja sebesar 3,88 persen (yoy), dan kredit konsumsi sebesar 6,34 persen (yoy).
BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan tetap berada dalam kisaran 8–12 persdn, ditopang oleh faktor permintaan dan penawaran yang relatif stabil.
Baca Juga: Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun
Untuk memperkuat penyaluran kredit, BI akan terus meningkatkan kapasitas pendanaan perbankan, termasuk melalui pengembangan instrumen pendanaan nontradisional di luar DPK.
Koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga diperkuat guna memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong ekspansi pembiayaan.
Di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak perang di Timur Tengah, ketahanan sektor perbankan Indonesia dinilai tetap solid. Likuiditas yang memadai, permodalan yang kuat, serta risiko kredit yang terjaga menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tercatat tinggi sebesar 25,87 persen pada Januari 2026, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap rendah di level 2,14 persen (bruto) dan 0,82 persen (neto).
BI juga menunjukkan sektor perbankan mampu menghadapi berbagai risiko, termasuk gejolak global, dengan dukungan kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang masih terjaga.
Ke depan, BI menegaskan akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial serta sinergi bersama KSSK guna memitigasi dampak ketidakpastian global terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Berita Terkait
-
Likuiditas Meningkat, Uang Primer RI Tembus Rp2.228 Triliun pada Februari 2026
-
Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing
-
BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital
-
Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Anggaran 2026 Efisiensi Ekstrem Imbas Defisit, Dana Program-program Ini Tetap Aman
-
Danantara Buka Pendaftaran Gelombang II Proyek Listrik Tenaga Sampah
-
Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun
-
CBDK Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 48 Persen
-
Pertamina dan Wamen ESDM Tinjau Fuel Terminal Padalarang, Pastikan BBM Aman pada Idulfitri 2026
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret
-
Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota
-
Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing
-
Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi
-
Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia