Suara.com - Kartu kredit merupakan salah satu produk unggulan yang diterbitkan oleh bank demi memenuhi segala kebutuhan dan memberi berbagai macam kemudahan bagi para nasabahnya. Kartu yang berfungsi sebagai alat pembayaran non-tunai ini akan menjadi solusi bagi mereka yang memiliki kesibukan luar biasa tinggi dengan kebutuhan berbagai macam transaksi keuangan yang selalu menuntut kecermatan dan ketepatan waktu dalam penyelesaiannya.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dalam penggunaan kartu kredit, salah satunya adalah fasilitas satu tagihan untuk berbagai macam tagihan rutin. Dengan menggunakan kartu kredit, maka semua tagihan rutin bulanan dapat dibayarkan sekaligus melalui satu tagihan bulanan kartu kredit saja.
Cukup dengan memindahkan atau mendaftarkan tagihan bulanan seperti: tagihan listrik, tagihan PAM, tagihan telepon dan bahkan tagihan tv kabel sekalipun dapat dibayar melalui kartu kredit.
Banyak waktu dan biaya yang dapat dihemat dengan melakukan hal ini, mengingat setiap keterlambatan pembayaran akan diganjar dengan sejumlah biaya denda dan penagihan yang jumlahnya tidak sedikit, belum lagi peringatan berupa tindakan seperti pemutusan sementara aliran listrik dan air yang tentu saja sangat merepotkan.
Kartu kredit hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah bekerja atau memiliki penghasilan tetap setiap bulannya? Dari segi fungsi penggunaan kartu kredit hal ini memang tepat sekali, mengingat kartu kredit merupakan fasilitas pembayaran non-tunai atau dengan kata lain setiap pemakaian dan tagihan yang timbul dalam penggunaan kartu kredit adalah hutang yang kemudian harus dibayarkan sesuai dengan tanggal pembayaran yang tertera dalam tagihan bulanan.
Namun pihak bank penerbit kartu kredit juga tidak menyiakan-nyiakan peluang untuk mendapatkan pengguna lain di luar orang-orang yang produktif atau memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, hal ini dapat disiasati dengan cara menerbitkan fasilitas kartu kredit tambahan.
Kartu kredit tambahan adalah kartu kredit yang diterbitkan oleh pihak bank dengan persetujuan dari pemegang kartu kredit utama yang peruntukannya pada umumnya bagi keluarga atau kerabat yang kondisinya tidak memungkinkan untuk memiliki kartu kredit utama.
Beberapa hal yang sering menjadi penyebab diterbitkannya kartu kredit tambahan, antara lain:
1. Usia Pemegang Kartu Belum Mencapai 21 Tahun
Pada umumnya pihak bank penerbit kartu kredit mewajibkan usia pemegang kartu kredit minimal 21 tahun, namun dengan adanya fasilitas kartu kredit tambahan hal tersebut tidak jadi masalah lagi karena kartu kredit tambahan dapat diterbitkan bagi mereka yang telah berusia 17 tahun sekalipun.
Pada umumnya hal seperti ini dilakukan oleh para orangtua yang ingin memberi kemudahan atau membiasakan anak-anak mereka mengatur pengeluaran sendiri dengan menggunakan fasilitas kartu kredit tambahan.
2. Usia Pemegang Kartu Lebih dari 60 Tahun
Kartu kredit diperuntukkan bagi orang-orang dengan usia produktif, mengajukan kartu kredit utama di usia yang telah senja akan sangat kecil kemungkinan untuk disetujui oleh pihak bank penerbit, karena itu fasilitas kartu kredit tambahan akan sangat pas bagi orang-orang yang telah berusia senja namun masih memiliki berbagai macam kesibukan yang membutuhkan kemudahan pembayaran dengan kartu kredit.
Hal ini pada umumnya dilakukan oleh anak yang ingin memberikan fasilitas kemudahan bagi orangtuanya dengan cara membuat kartu kredit tambahan.
3. Pemegang Kartu Tidak Lagi Produktif / Berpenghasilan Tetap
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada