- Pemerintah menetapkan kebijakan WFA pada April 2026 untuk mengatur jadwal mobilitas pemudik menjelang Idulfitri.
- WFA diberlakukan dua periode: 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026, diumumkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
- Diskon transportasi diterapkan untuk mendorong perjalanan: kereta serta kapal 30 persen, dan pesawat sekitar 17–18 persen.
Suara.com - Pemerintah menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada Maret 2026 menjelang Hari Raya Idulfitri mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengatur mobilitas pemudik agar jadwal bepergiannya tak dilakukan bersamaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan, kebijakan WFA akan diberlakukan dalam dua periode, yakni 16–17 serta 25–26–27 Maret 2026.
“Kalau boleh di-spill Work From Anywhere-nya tanggal 16–17, tanggal 25–26–27,” ujar Airlangga dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (6/2/2026) malam.
Selain WFA, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa diskon tarif transportasi umum untuk mendorong pergerakan masyarakat selama periode tersebut. Insentif ini diharapkan dapat mempermudah perencanaan perjalanan dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
“Tiket kereta kita kasih diskon 30 persen," kata Airlangga.
Ia menambahkan, diskon tarif tidak hanya diberikan untuk kereta api. Pemerintah juga menyiapkan potongan harga untuk moda transportasi laut.
“Kemudian kapal itu kita berikan 30 persen,” ujarnya.
Sementara itu, untuk moda transportasi udara, pemerintah menyiapkan diskon dengan besaran lebih terbatas.
“Kemudian pesawat sekitar 17 atau 18 persen,” lanjut Airlangga.
Baca Juga: Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade
Menurut Airlangga, pengaturan tanggal WFA dan pemberian diskon transportasi bertujuan agar masyarakat dapat merencanakan libur Lebaran dengan lebih baik.
“Ini diharapkan perencanaan libur bisa baik,” ucapnya.
Ia menyebut Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan banyak negara lain. Saat periode liburan, mobilitas masyarakat justru meningkat dan diikuti lonjakan konsumsi.
“Indonesia memang salah satu anomali. Saat liburan mobilitas tinggi,” kata Airlangga.
Airlangga menuturkan, peningkatan mobilitas tersebut secara langsung mendorong aktivitas ekonomi. Ia juga menyinggung dampak libur terhadap sektor konsumsi dan pariwisata
“Indeks Keyakinan Konsumen naik, penjualan elektronik naik, hotelnya penuh,” kata Airlangga.
Berita Terkait
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Iman Rachman Mundur, Ini Kriteria Bos BEI Baru yang Diinginkan Pemerintah
-
Pemerintah Desak Demutualisasi BEI Disegerakan
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kemenhub, Geram Banyak Kapal Asing Tak Bayar Pajak
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Banyak Kapal Asing Masuk RI Tak Bayar Pajak
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China