- IHSG sesi pertama Jumat, 6 Februari 2026, terkoreksi 2,83% ke level 7.874 akibat tekanan jual pasar.
- Pelemahan didorong sentimen negatif respons pasar terhadap perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody's.
- Secara teknikal, pelemahan IHSG diproyeksikan berlanjut di sesi kedua dalam rentang 7.750 sampai 8.000.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah pada sesi pertama, perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Tekanan jual yang kuat membuat IHSG terkoreksi 2,83 persen ke level 7.874, seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 229,46 poin dari posisi sebelumnya.
Pelemahan terjadi di tengah sentimen negatif pasar yang merespons perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap berada dalam kategori investment grade.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas dalam risetnya mencatat IHSG masih bergerak di bawah resistance dinamis moving average (MA) 5 di kisaran level 8.000.
Selain itu, indikator MACD histogram tetap berada di area negatif dan cenderung melebar, yang mengindikasikan momentum pelemahan indeks belum menunjukkan tanda mereda.
"Kondisi tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih dominan di pasar," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dengan kombinasi tekanan sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang belum membaik, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak volatil pada sesi kedua perdagangan hari ini. Indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 7.750 hingga 8.000.
Pelaku pasar pun diimbau tetap mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik, termasuk respons lanjutan investor terhadap kebijakan lembaga pemeringkat serta pergerakan pasar global, yang berpotensi memengaruhi arah IHSG hingga penutupan perdagangan.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 20,78 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,43 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,43 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 92 saham bergerak naik, sedangkan 702 saham mengalami penurunan, dan 152 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, INAI, KJEN, NZIA, LION, LRNA, NTBK, ARTA, KIOS, SOHO, PLAN, LUCY.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PADI, PIPA, ARKO, SSTM, COIN, FILM, PKPK, CTTH, TRUE, TRON, RMKE.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Pemerintah Terapkan 1617 dan 2527 April 2026, Tiket Kereta dan Kapal Didiskon 30 Persen
-
Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Makin Pedas
-
IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?
-
BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan
-
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun KPR Subsidi untuk Program 3 Juta Rumah
-
IIMS 2026: PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, 5.000 SPKLU Tersebar Nasional
-
Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan
-
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026
-
Dialog Oman Dimulai, Harga Minyak Dunia Merosot pada Akhir Pekan
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal