Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)melemah sebesar 35,84 poin, Kamis (7/1/2016) pagi. Ini seiring dengan kekhawatiran investor terhadap sentimen eksternal yang cenderung negatif.
IHSG BEI dibuka melemah sebesar 35,84 poin atau 0,73 persen ke posisi 4.574,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 9,38 poin (1,20 persen) menjadi 792,51.
"Kami menegaskan kembali sikap 'bearish' di pasar menyusul minimnya sentimen positif sehingga pasar saham domestik melemah," kata Kepala Riset KDB Daewoo Securities Taye Shim, di Jakarta, Kamis pagi.
Salah satu penyebab terkoreksinya indeks BEI yakni merosotnya harga minyak mentah dunia jenis WTI crude sebesar 2,33 persen menjadi 33,18 dolar AS per barel. Brent 2,19 persen menjadi 33,48 dolar AS per barel atau terendah dalam 11 tahun terakhir. Serta revisi turun Bank Dunia pada prospek pertumbuhan ekonomi global tahun 2016 ini dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen.
Meningkatnya kekhawatiran atas perekonomian Tiongkok yang melemah ditambah dengan pelemahan lebih lanjut dari mata uang yuan. Selain itu risiko geopolitik baru yang timbul dari Korea Utara.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa Korea Utara yang melakukan uji coba bom hidrogen menambah kecemasan pasar seiring dengan telah meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan Iran.
Dari dalam negeri, lanjut dia, kenaikan beruntun IHSG dalam dua hari terakhir, nampaknya juga diambil kesempatan pelaku pasar saham di dalam negeri untuk melakukan aksi ambil untung sehingga laju indeks BEI mendapat hambatan.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 360,46 poin (1,72 persen) menjadi 20.620,35, indeks Nikkei melemah 234,63 poin (1,29 persen) ke level 17.932,77, dan Straits Times melemah 45,75 poin (1,64 persen) ke posisi 2.756,21. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70
-
Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?
-
Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga
-
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia
-
B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi
-
Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025
-
Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi
-
Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi
-
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
-
Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce