Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI Ferry Mursyidan Baldan menegaskan pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak terkendala.
"Karena pembebasan lahan jalur kereta cepat mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat," kata Ferry, di Jakarta, Jumat (22/1/2016).
Ferry mengklaim Pemda setempat mendukung sosialisasi pembangunan jalur kereta cepat rute Jakarta-Bandung tersebut kepada masyarakat. Menurut Ferry, selama ini pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan pusat terkendala karena tidak melibatkan Pemda setempat.
Bahkan mantan anggota Komisi II DPR RI itu menyatakan Pemda yang terlibat pembangunan jalur kereta cepat telah menyiapkan tata ruang yang terintegrasi antarwilayah.
Dikatakannya, Pemda telah menyiapkan tata ruang sebelum merancang pembangunan jalur kereta cepat karena berkaitan dengan revisi peraturan daerah (Perda).
Ferry menyinggung soal pembekuan lahan warga yang terkena pembangunan jalur kereta cepat tersebut agar tidak ada pemindahan hak atas tanah sehingga tidak terjadi jual beli lahan.
Pembekuan status kepemilikan lahan itu, diungkapkan Ferry juga menghindari adanya praktik percaloan jual beli lahan.
Ferry meyakinkan masyarakat yang terkena dampak pembangunan akan mendapatkan lahan ganti yang layak dengan lokasi tidak jauh dari jalur kereta cepat. Diharapkan relokasi lahan yang tidak jauh dari jalur kereta cepat itu akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar, ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?
-
Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026
-
Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat
-
Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit
-
Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik
-
IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I
-
Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat
-
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
-
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali