Suara.com - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan meminta kepada pihak Cina untuk meningkatkan usia teknis kereta cepat Jakarta-Bandung tahan hingga 100 tahun.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/2/2016), mengatakan berdasarkan dokumen yang diserahkan pihak Cina, usia teknis kereta cepat tersebut hanya bertahan hingga 60 tahun.
"Konsesi yang telah disepakati itu 50 tahun, setelah itu diserahkan kepada pemerintah, masa hanya 10 tahun lagi," ucapnya.
Menurut Hermanto, perpanjangan usia teknis agar kegunaan kereta cepat bisa bertahan lama.
"Jadi, kita minta perpanjangan usia teknisnya supaya bisa dikelola pemerintah lebih panjang," imbuhnya.
Dia mengatakan pihaknya telah membicarakannya dengan pihak Cina terkait permintaan tersebut.
"Kami kembalikan dokumennya, karena masih banyak yang tertulis dengan Bahasa Mandarin," ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta untuk memperpanjang as (sumbu) rel dari 4,6 meter menjadi lima meter untuk menyeimbangkan kecepatannya yang mencapai 350 kilometer per jam.
"Kami tidak mempersulit, tapi untuk keselamatan," katanya.
Dia menjelaskan untuk kereta dengan kecepatan di bawah 250 jarak as rel rata-rata 3,8 meter.
Selain itu, lanjut dia, jarak trase kereta cepat dengan trase kereta lainnya minimum 10 kilometer karena daya pacu kereta cepat yang tinggi.
Hermanto mengatakan sepanjang trase kereta cepat akan dibangun satu terowongan dua kilometer dan tiga jembatan masing-masing sekitar 200 meter.
"Yang penting kalau secara perhitungan jarak rel tadi, kalau tidak dibetulkan bisa bahaya karena akan dibangun terowongan dan jembatan," tuturnya.
Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengklaim akan menggunakan teknologi tercanggih untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan untuk menjamin keselamatan, kereta cepat mengadopsi sistem kendali "CTCS-3" yang telah mendapatkan sertifikasi dari Loyd's dan TUV serta sertifikasi "Safety Implementation Level" (SIL) 4.
Sementara, lanjut dia, untuk telekomunikasi menggunakan sistem GSM-R yang dinilai andal dan terpercaya.
"Saat ini SIL 4 merupakan level tertinggi dalam sertifikasi persinyalan yang sederajat dengan teknologi persinyalan dunia, seperti Alstom, Siemens dan Bombardier," paparnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, pada Kamis(21/1/2016) kemarin, Presiden Jokowi telah melakukan groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat.
Proyek yang sepanjang 142 kilometer ini dikerjakan konsorsium China Railway International Co.Ltd dengan gabungan empat badan usaha milik negara (BUMN) dan menghabiskan anggaran senilai 5,5 miliar Dolar AS atau Rp74,25 triliun. Adapun 4 BUMN yang menjadi anggota Konsorsium adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai pimpinan Konsorsium BUMN, beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Perkebunan Negara VIII (PTPN) dan PT Jasa Marga Tbk (JM).
Nantinya, kereta cepat akan terintegrasi dengan mass rapid transit di kawasan Bandung Raya dan light rail transit Jabodetabek.
Integrasi dinilai mampu menghadirkan pertumbuhan kawasan bisnis baru atau transit oriented development dan membantu mengatasi persoalan transportasi di kawasan Bandung dan Jabodetabek. Penduduknya Jabodetabek mencapai sekitar 28 juta jiwa dan warga Bandung sekitar delapan juta jiwa.
Tag
Berita Terkait
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!