Suara.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) dan layanan izin investasi tiga jam untuk bidang infrastruktur kepada 100 investor Korea Selatan dalam acara Korea Business Dialogue, Selasa (23/2/2016).
Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan itu diharapkan dapat memperkuat arus investasi negeri ginseng itu yang mencapai 1,2 miliar dolar AS pada 2015.
"Investor Korea Selatan yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia dapat lebih cepat merealisasikan investasinya di Indonesia dengan memanfaatkan layanan investasi tiga jam dan KLIK secara sekaligus," kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Franky menjelaskan, investasi yang masuk dari Korea Selatan pada 2015 tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
"Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka 8 miliar dolar AS. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen," ujarnya.
Franky berharap acara yang didukung oleh Korean Chamber of Commerce and Industri (KCCI), Kocham, dan Korean Trade and Investment Promotion Agency (KOTRA) juga turut dihadiri Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Dubes Korea untuk Indonesia Cho Tae Young itu diharapkan bisa mendorong investasi Korea Selatan.
Lebih lanjut, Franky memaparkan, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi (KLIK) yang dapat diperoleh di 14 kawasan industri di Indonesia merupakan reformasi ketiga yang telah dilakukan sejak 15 bulan pemerintah Presiden Jokowi menjalankan fungsinya.
Dua reformasi pendahulunya adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat yang diluncurkan Presiden Jokowi pada 26 Januari 2015, serta izin investasi tiga jam yang diluncurkan oleh Wakil Presiden pada tanggal 11 Januari 2016.
Dengan kemudahan tersebut, investor yang investasinya berada di kawasan industri pelaksana program ini, dapat langsung melakukan konstruksi pembangunan pabriknya.
Perusahaan secara paralel mengurus izin mendirikan bangunan (IMB), izin lingkungan serta izin pelaksanaan lainnya, yang harus sudah selesai sebelum melakukan produksi komersial.
Tercatat 14 kawasan industri di enam provinsi dan sembilan kabupaten dan kota telah ditetapkan untuk mengimplementasikan layanan dengan lahan efektif 10.022 hektare dari total luasan lahan 17.154 hektare ini.
Ke 14 kawasan industri tersebut di antaranya Kawasan Industri Kendal (700 hektare), Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (40 hektare), Kawasan Industri Wijayakusuma (100 hektare), Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (1.761 hektare) Kawasan Industri Bantaeng (3.000 hektare) dan Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (1.800 hektare).
Kemudian Kawasan Industri Terpadu Wilmar (800 hektare), Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon (570 hektare), Kawasan Industri Bekasi Fajar Industrial Estate (300 hektare), Kawasan Industri Delta Silicon 8 (158 ha), Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City (293 hektare), Kawasan Industri Suryacipta City of Industry (300 hektare), Kawasan Industri GT Tech Park (100 hektare), dan terakhir Kawasan Industri Medan (100 hektare). (Antara)
Berita Terkait
-
Detik-detik Menegangkan Bek Korsel Dievakuasi dari Iran Usai Serangan AS-Israel Serangan AS-Israel
-
Disney+ Dilaporkan Susun Jadwal Tayang Knock-Off, Kim Soo Hyun Comeback?
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
-
I.O.I Dipastikan Comeback Rayakan 10 Tahun Debut, Siap Rilis Album Baru dan Gelar Tur Konser Asia
-
Belajar dari Vonis Seumur Hidup Yoon Suk Yeol: Hukum Mengalahkan Kekuasaan
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Nestapa Kelas Menengah Jelang Lebaran: Dompet 'Layu' Sebelum Hari Raya
-
BRI Life Perluas Jangkauan Asuransi Digital, Incar Segmen Ini
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang
-
Pemerintah Soroti Perlindungan Merek dan Inovasi UMKM Agar Bisa Naik Kelas
-
Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium
-
Tak Hanya Cari Profit, Bank Mandiri Berkomitmen Jadi Agen Pembangunan
-
Bursa Kripto CFX Siapkan Strategi Pasar Kripto RI Lebih Kompetitif
-
Pertamina Siapkan SPBU 24 Jam, Mobil Tangki hingga Towing Gratis Selama Mudik