- Perum Bulog mengekspor beras super premium ke Arab Saudi dengan tingkat pecahan beras hanya 5 persen.
- Total nilai ekspor beras untuk jemaah haji Indonesia tersebut diperkirakan mencapai Rp38 miliar tanpa logistik.
- Beras premium tersebut disubsidi pemerintah sehingga dijual seharga Rp16.000 per kilogram kepada jemaah haji.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan beras yang diekspor ke Arab Saudi merupakan beras dengan kualitas super premium. Ia menjelaskan, tingkat pecahan beras hanya sekitar 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen.
Rizal mengatakan kualitas tersebut bahkan lebih baik dibanding standar beras premium yang umumnya beredar di pasar domestik.
"Nah, selama ini kan kalau beras premium di Indonesia adalah pecahannya 15 persen. Ini pecahannya 5 persen. Dan ini kalau menurut kami beras yang terbaik yang selama ini baru kita buat oleh Bulog," ujar Rizal kepada wartawan di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Rizal menyebut total nilai ekspor beras yang dikirim ke Arab Saudi diperkirakan mencapai Rp38 miliar. Nilai tersebut hanya mencakup harga beras, di luar biaya pengiriman dan logistik.
"Kalau kita hitung rekan-rekan, jadi totalnya hampir mencapai 38 miliar," ucapnya.
Pengiriman beras tersebut merupakan bagian dari ekspor beras Indonesia yang ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Menurut Rizal, ekspor ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas pasar beras Indonesia di Timur Tengah.
"Ini adalah entry point kita. Jadi ekspor pertama ini adalah entry point kita. Kita istilahnya kalau jualan, kita jual promo nih sekarang," kata dia.
Ia menjelaskan potensi pasar beras Indonesia di Arab Saudi cukup besar. Selain jemaah haji, pasar juga berasal dari jemaah umrah dan warga Indonesia yang tinggal di negara tersebut.
Baca Juga: Mentan Amran: Impor Beras Amerika untuk Makanan Turis, Bukan Konsumsi Umum
"Karena potensinya di sana lebih kurang hampir 2 juta orang yang setiap tahunnya melaksanakan umrah dan mukimin yang ada di Saudi Arabia," ujar Rizal.
Namun demikian, Bulog mendapat guyuran subsidi dari pemerintah untuk mengekspor beras premium tersebut. Dengan subsidi, beras tersebut dijual seharga Rp 16.000 per kilogram khusus untuk jemaah haji.
"Ya, karena ini untuk jemaah kita, ya, untuk jemaah kita. Jadi ini subsidi dari pemerintah, harganya Rp16.000 per kilogram untuk jemaah haji," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar