- Ketujuh proyek tersebut bagian dari target nasional pembangunan 200 unit Sekolah Rakyat secara bertahap (jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi).
- Progres konstruksi berjalan sesuai tahapan, dengan fokus pada mutu, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja.
- Target penyelesaian proyek pada Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Suara.com - Pemerintah terus mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen strategis pengentasan kemiskinan ekstrem. Di tujuh wilayah Indonesia, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut kini memasuki tahap progres konstruksi dengan PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai salah satu pelaksana utama.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pendidikan ditempatkan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat (dua lokasi), Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Ketujuh titik tersebut merupakan bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap dengan jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam proyek-proyek infrastruktur strategis nasional, Brantas Abipraya menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan. Perusahaan juga memastikan dukungan konektivitas kawasan agar mobilitas siswa, tenaga pendidik, dan distribusi logistik dapat berjalan optimal.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Pada kesempatan yang berbeda, Dody menjelaskan bahwa melalu Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menuju kemiskinan 0% karena upaya yang paling efektif dan efisien mengurangi kemiskinan melalui pendidikan.
Ditambahkan Dian, secara desain Sekolah Rakyat mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas yang seragam di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup gedung SD, SMP, dan SMA; rumah susun guru putra dan putri; asrama siswa; masjid; gedung serbaguna; kantin; hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket. Model ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi, inklusif, dan mendukung pembinaan karakter.
“Progres pembangunan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Dian.
Saat ini, tahap penyempurnaan bangunan dan fasilitas pendukung terus dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Pemerintah bersama Brantas Abipraya menargetkan penyelesaian proyek pada Juni 2026, sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Baca Juga: Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi katalis pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi bagian dari arsitektur besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia di mana infrastruktur pendidikan diposisikan sebagai instrumen mobilitas sosial dan penguatan daya saing bangsa.***
Berita Terkait
-
Riwayat Pendidikan Ruce Nuenda, Ternyata Lulusan Sarjana di Kampus Ini
-
Cuma 6 Persen Sekolah Bisnis Dunia Kantongi Sertifikasi AACSB, Kini Ada Satu dari Indonesia
-
Ketika Dana Pendidikan Melimpah, Mengapa UKT Tetap Mahal?
-
Gaji Tak Cukup, Kebutuhan Hidup Menumpuk: Guru Honorer Nekat Rangkap Jabatan Meski Dilarang Aturan
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar