Suara.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan tidak ada gangguan investasi di Sumatera Barat maupun daerah-daerah lain yang terdampak gempa di wilayah Mentawai pada Rabu (2/3/2016).
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis usai mengikuti rapat koordinasi di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
"Tidak ada gangguan investasi karena bencana alam seperti itu tidak terjadi setiap hari," kata Azhar.
Dia melanjutkan, pihaknya juga meyakini investor tidak takut untuk menanamkan modal di wilayah pantai barat Sumatera, khususnya Sumatera Barat.
Sebab, lanjut Azhar, wilayah tersebut memiliki industri-industri yang memiliki daya tarik bagi investor seperti pengelolaan kelapa sawit, semen dan industri kreatif warga.
"Jadi bencana alam tidak akan menunda investasi dan tidak mengkhawatirkan bagi investor," tutur Azhar.
Sebelumnya, terjadi gempa di wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Rabu (2/3/2016), yang mulanya berkekuatan 8,3 SR pada pukul 19:49:41 dengan pusat pada 5,61 Lintang Selatan (LS) dan 94,05 Bujur Timur (BT) berjarak 682 km arah Barat Daya Kepulauan Mentawai Sumbar, pada kedalaman 10 km di bawah tanah.
Gempa berikutnya terjadi dengan kekuatan 7,8 SR pada pukul 19:49:47 berpusat pada 4,92 Lintang Selatan (LS) dan 94,39 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 km.
Gempa susulan juga terjadi pada Kamis (3/3/2016) pagi pukul 07.10.52 WIB Kepulauan Mentawai juga telah diguncang gempa kekuatan 5,8 SR dengan pusat di 4,58 LS dan 94,56 BT berjarak 598 kilometer arah barat daya Kepulauan Mentawai Sumbar, pada kedalaman 10 kilometer di bawah tanah.
Selanjutnya, masih pada Kamis (3/3/2016), gempa berkekuatan 5,3 SR pukul 09.28.08 WIB berpusat pada 5,13 LS dan 93,65 BT berjarak 716 kilometer arah barat daya Kepulauan Mentawai, kembali terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah tanah.
Pemerintah daerah Sumatera Barat menyatakan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Aktivitas masyarakat juga sudah kembali normal pascagempa. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
Pendidikan sebagai Self-Love: Benarkah Investasi Terbaik untuk Perempuan?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok