Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin mengatakan, ada kenaikan upah nominal harian butuh tani, buruh bangunan hingga pembantu rumah tangga mengalami kenaikan pada Maret 2016.
Berdasarkan catatan BPS, t upah nominal harian buruh tani naik 0,26 persen dari Rp47,437 per hari menjadi Rp47,559 per hari pada Maret 2016. Hal ini lantaran pada bulan tersebut terjadi penurunan inflasi sebesar 0,69 persen.
Selain itu, Suryamin mengatakan, secara rill terjadi kenaikan nilai upah sebesar 0,14 persen. Upah buruh ini ternyata dipengaruhi oleh inflasi atau deflasi dalam negeri. Kenaikan tersebut dari Rp 81.367 per hari menjadi Rp 81.481 per hari. Secara rill ada penurunan 0,05 persen.
"Karena Maret kita mengalami deflasi, jadi pada bulan tersebut terjadi kenaikan upah buruh secara rill," kata dia di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016).
Senada dengan upah buruh potong rambut perempuan juga mengalami kenaikan 0,29 persen dari Rp24.130 menjadi Rp24.200 per kepala dan secara rill tejadi kenaikan 0,10 persen.
"Dan untuk upah pekerja rumah tangga, mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen dari Rp359,302 menjadi Rp360,164 per bulan, atau secara rill naik 0,05 persen," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa