Suara.com - Ketua Apeksi Komwil III yang juga Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Cirebon, Jawa Barat mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Indonesia saat ini masih sangat lambat dibandingkan negara-negara lainnya, karena masih menggunakan cara konvensional.
"Pembangunan infrastruktur di Indonesia itu terlalu lambat dibandingkan negara lain, karena cara membangunnya yang terlalu konvensional," katanya.
Ia menuturkan, jika pembangunan masih menggunakan sistem konvensional, maka sudah jelas negara Indonesia secara umum dan daerah khususnya, akan tertinggal jauh dari yang lain. Dan itu perlu pembangunan dengan menggunakan sistem Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Menurutnya, sistem tersebut sudah dilakukan negara-negara maju, karenanya negara-negara itu pun saat ini sudah berkembang dengan cepat menjadi negara maju.
"Kalau kita tidak memulai dari sekarang pembangunan dengan sistem KPBU, maka sampai saya kakek-kakek pun Indonesia akan tetap begini, kalah terus," ujarnya.
Penggunaan sistem KPBU itu, merupakan cara baru membangun Indonesia dengan memaksimalkan pembiayaan dari pihak swasta. Karena selama ini peran serta swasta nyaris tidak pernah hadir dalam membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond