Suara.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan ada minat investasi dari pengusaha Belgia untuk pengembangan pelabuhan senilai 574,5 juta dolar AS (setara Rp7,1 triliun dengan kurs Rp12.500).
Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (22/4/2016), perusahaan sudah menjalin komunikasi dengan salah satu BUMN pengelola pelabuhan terkait minat itu. Franky sedang mengikuti kunjungan Presiden Joko Widodo ke Belgia.
"Dalam pertemuan, perusahaan meminta BKPM untuk memfasilitasi agar minat mereka dapat berjalan sesuai rencana. Termasuk dalam koordinasi dengan kementerian- lembaga lainnya," ujarnya.
Dalam kegiatan CEO Roundtable Meeting antara Kepala BKPM dengan 15 perusahaan Belgia, Kamis (21/4/2016) itu, pengusaha Belgia menyoroti tentang persoalan infrastruktur.
Bersama Ketua Kadin Roesan Roslani yang hadir dalam pertemuan, Franky memaparkan perkembangan berbagai pembangunan proyek infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah.
Beberapa di antaranya pembangunan jalan tol, pelabuhan, serta bandara.
Franky juga menjelaskan pertemuan dengan pimpinan perusahaan Belgia dalam rangka kunjungan kerja Presiden Jokowi itu berlangsung dengan baik.
Dia menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan Belgia yang hadir dalam pertemuan sebagian sudah berinvestasi di Indonesia dan berencana memperluas investasinya.
"Misalnya perusahaan yang memproduksi serat baja memperluas investasinya senilai 50 juta dolar AS di Karawang, industri pembuatan pisau yang berencana membuka pabrik baru di Bekasi, serta perusahaan ritel yang akan melakukan perluasan jaringan," katanya.
Pertemuan dengan 15 perusahaan Belgia yang digelar BKPM merupakan tindak lanjut dari kunjungan Putri Astrid ke Jakarta, Maret lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Putri Astrid membawa 301 orang termasuk 167 CEO dari 167 perusahaan.
BKPM mencatat sepanjang 2010-2015, realisasi investasi Belgia di Indonesia mencapai 132 juta dolar AS dan berada di peringkat 27 negara asal investasi yang masuk ke Indonesia.
Sedangkan dari sisi komitmen investasi dari Belgia untuk periode yang sama tercatat 213, 5 juta dolar AS terdiri dari 64 proyek investasi. (Antara)
Berita Terkait
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
-
Pemain Keturunan Menyesal Soal Pilih Timnas: Kalau Saya Tahu Akhirnya Begini...
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN