Manajemen Bank Sumut menargetkan bisa meningkatkan "Capital Adequacy Ratio" atau CAR/ rasio permodalan pada tahun 2016 menjadi 15 persen dari tahun lalu 14 persen.
Direktur Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto di Medan, Minggu (5/6/2016) mengatakan, salah satu strategi untuk meningkatkaan CAR adalah melalui penambahan modal dari pemegang saham.
"Diharapkan CAR Bank Sumut 2016 bisa 15 persen. Walaupun angka itu masih di bawah rata-rata CAR BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang sudaah mencapai di atas 21 persen," katanya.
Menurut dia, dengan semakin tingginya CAR, Bank Sumut bisa terhindar dari kerugian dan semakin leluasa untuk mengembangkan usaha.
Dia menyenbutkan, bupati/wali kota sudah sepakat menambah modal ke Bank Sumut.
Tetapi tentunya harus mendapat pengesahan terlebih dahulu dari DPRD masing-masing kabupaten/kota.
Dia tidak merinci berapa besaran suntikan dana dari pemegang saham dengan dalih belum ada keputusan tetap.
Kepala Otoritas Jasa Keuagan (OJK) Regional 5 Sumatera Ahmad Soekro Tratmono mengungkapkan, kecukupan modal Bank Sumut harus menjadi hal penting yang perlu dilihat oleh direksi dan pemegang saham.
"Modal adalah kekuatan bank," katanya.
Dia mengakui, rasio kecukupan modal Bank Sumut masih jauh di bawah rata-rata BPD nasional yang mencapai 22,45 persen.
"OJK sudah meminta manajemen Bank Sumut meningkatkan CAR agar bisa eksis atau menjadi bank kebanggaan," katanya.
Dia menjelaskan, rasio permodalan menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha serta menampung kemungkinan risiko kerugian yang diakibatkan dalam operasional bank.
Jadi, katanya, semakin besar rasio tersebut akan bertambah baik posisi modal.
"Memang CAR Bank Sumut masih belum menyalahi aturan atau di bawah modal minimum, tetapi tergolong kecil," kata Ahmad Soekro.
Mengacu laporan keuangan Bank Sumut di kuartal I 2016, CAR atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) justru menurun dari 16,01 persen di kuartal I 2015 menjadi 14,21 persen di kuartal I 2016.(Antara)
Berita Terkait
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja
-
Diduga Sarat Potensi Korupsi, KPK-Kejagung Didesak Periksa Bupati Nias Utara, Kasus Apa?
-
Manfaatkan Aset Daerah, Pemprov Sumut Ajukan Ranperda Tambahan Modal ke Bank Sumut
-
BPD Andalkan Siskeudes Dorong Pembangunan Daerah
-
Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Sritex
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru