Saat ini jika anda mengunjungi salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) milik Pertamina, anda akan menemukan satu outlet khusus bertuliskan nitrogen. Outlet tersebut menyediakan jasa layanan pengisian angin ban mobil atau sepeda motor dengan gas nitrogen. Kini hampir semua SPBU Pertamina (terutama di Jabodetabek) terdapat outlet khusus nitrogen tersebut.
Namun jangan salah, outlet nitrogen tersebut bukanlah bisnis sampingan milik Pertamina. Meskipun hanya ada di jaringan SPBU Pertamina, jaringan outlet nitrogen tersebut adalah milik perusahaan swasta bernama PT Global Insight Utama. Perusahaan ini memang dipercaya Pertamina untuk menjadi mitra penyedia jasa isi angin ban dengan gas nitrogen.
Pengembangan bisnis PT Global Insight Utama tak bisa dilepaskan dari tangan dingin sang pemilik sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Global Insight Utama, Adang Wijaya. Pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah pada 28 Februari 1970 ini tak langsung menjadi pengusaha. Sewaktu lulus dari kuliah di Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur pada tahu 1993, Adang sempat bekerja di Toko Buku Gunung Agung sebagai Kepala Administrasi dan Personalia pada tahun 1995-1996.
Ia kemudian keluar dan bekerja di PT Wijaya Karya sebagai IT Enjiner dan staf manajemen mutu pada tahun 1996-1998. Disinipun ia tak betah berlama-lama dan ingin memulai wirausaha.
Kiprahnya menjadi pengusaha dimulai saat ia memilih keluar dari WIKA dan membuka warung internet (warnet) dengan nama Citinet yang berlokasi di jaringan toko Gunung Agung pada tahun 1999-2002. “Waktu itu saya tidak usah membayar sewa tempat. Tetapi bisnis warnet saya dijalankan dengan konsep bagi hasil dengan pihak Gunung Agung,” kata Adang saat diwawancarai oleh Suara.com di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/6/2016).
Seiring waktu, kiprah bisnisnya terus berkembang dengan menjadi pemilik dan Presiden Direktur PT Penta Visindo Enjinering (PENTAVE) di tahun 2000-2004. Ini adalah perusahaan teknologi informasi untuk perbankan dengan merek SWITCH-X. Merek ini adalah satu-satunya asal Indonesia untuk layanan transaksi perbankan seperti ATM, internet banking, mobile banking, phone banking, dan lain sebagainya.
Adapun bisnis angin nitrogen yang kini menjamur dimana-mana lewat jaringan SPBU Pertamina, diakuinya bermula dari gagasan sahabatnya bernama Adi Kuswara. Saat itu Adi sedang merintis bisnis angina nitrogen. Adang akhirnya diminta terlibat dan memberikan gagasan yang penting. Salah satunya adalah menjatuhkan pilihan lokasi outlet nitrogen di SPBU. Pertimbangan Adang, SPBU adalah tempat yang paling sering dikunjungi pengendara mobil ataupun sepeda motor. Bahkan lebih sering dibanding mal atau pusat perbelanjaan yang lain.
“Bisa dibilang kamilah yang mempopulerkan produk angin Nitrogen. Kami kemas layanan kami dengan menarik agar minat pelanggan bertambah,” jelas Adang.
Namun usaha membuka angin Nitrogen sempat mendapat halangan berat karena dilarang oleh Pertamina. Apalagi Pertamina sebelumnya sudah sempat membuka layanan isi air dan angin gratis di berbagai SPBU miliknya. Untunglah, ada sebagian SPBU Pertamina yang tidak dikelola langsung Pertamina, namun oleh pengusaha swasta yang tetap menggunakan franchise Pertamina. Salah satunya ada yang memberanikan diri mempersilakan Adang membuka outlet nitrogen di SPBU Pertamina di kawasan Harapan Indah, Bekasi.
“Kebetulan pengusaha tersebut adalah politisi yang menjadi salah satu Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta. Tak lama kemudian Elnusa juga memperbolehkan kami membuat outlet nitrogen di jaringan SPBU yang dikelol oleh mereka. Itu terjadi pada tahun 2011,” tambah Adang.
Diakuinya, tahun-tahun awal menjual nitrogen masih susah. Apalagi sebelumnya sudah tersedia angin biasa gratis di SPBU. Barulah pada Lebaran 2011, permintaan angin nitrogen meledak. Akhirnya ketika ia menawarkan kembali kerjasama layanan isi angin Nitrogen, Pertamina menyambut dengan baik. Saat ini sudah lebih dari 500 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia yang sudah tersedia outlet nitrogen.
“Bahkan kini Pertamina mewajibkan semua SPBU-nya untuk menyediakan outlet pengisian angin nitrogen. Sayangnya, belakangan ada pemalsuan nitrogen yang itu bukan milik kami,” tutur Adang.
Inovasi Adang tak cuma produk angin nitrogen. Kini PT Global Insight Utama melalui Green Steam Wash, menghadirkan teknologi cuci mobil mutakhir yang menggunakan uap air, yakni “Steam Wash Uap Air”. dengan teknologi uap air ini, maka pemilik mobil tak perlu lagi risau soal bakteri menempel yang mengakibatkan aroma tak sedap di dalam mobil. Bahkan kini bisa membersihkan sela-sela mesin mobil dengan aman.
Selain itu, Steam Wash Uap Air ini sangat ramah lingkungan karena penguapan air dilakukan menggunakan gas dan itu membuat daya pakai air menurun. “Steam Wash Uap Air ini tidak menggunakan listrik, melainkan gas. Karena itu hemat energi. Selain itu, dengan alat ini kita hanya memerlukan 2 liter air untuk mencuci satu unit mobil dan tanpa detergen,” ujar Adang.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Inspiratif, Kisah Mantan TKI Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung
-
Kisah Ratna Wirahadikusumah, Perempuan di Balik Pembangunan 250 Gerai Restoran di Indonesia
-
Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!