Bisnis / Makro
Senin, 06 Juni 2016 | 18:46 WIB
Pedagang daging sapi di lapak Pasar Rumput, Jakarta, Senin (25/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/6/2016) sore, untuk membicarakan perkembangan penurunan harga pangan di pasaran jelang Lebaran.

Usai pertemuan, Amran mengatakan harga pangan di pasaran memasuki bulan Ramadan telah turun.

"Bapak Presiden tadi memanggil menanyakan perkembangan harga pangan. Kami sudah lihat bahwasanya beberapa pangan sudah menurun harganya, yakni beras, cabai, bawang, ayam," kata Amran.

Khusus harga minyak goreng, katanya, telah disepakati dengan para produsen di seluruh Indonesia turun 5,5 persen.

Dia mengakui hal ini anomali, sebab Indonesia adalah produsen minyak goreng CPO terbesar di dunia, namun harganya ikut naik.

"Ini memang anomali, kita produsen terbesar dan ekspor, tapi harganya ikut-ikutan naik. Sehingga kami diinstruksikan Presiden, kami lihat langsung persiapan di pabrik-pabrik Bimoli, Filma, dan sebagainya, kami ajak mereka," ujar dia.

Kemudian harga ayam. Harga ayam ikut naik, padahal stok ayam banyak, yakni dua bahkan sampai tiga kali lipat dari kebutuhan.

Harga daging sapi juga sempat melonjak di pasaran. Namun, sekarang sudah bisa dikendalikan.

"Soal harga daging, kami cerita kronologisnya tahun lalu, kami potong rantai pasok daging lokal dari NTT ke Jakarta, harganya Rp85 ribu. Artinya apa, sudah turun. Kemudian bulog baru-baru ini menjual 1.800 ton, harganya Rp80 ribu. Kemudian kemarin yang menarik, harga daging Rp75 ribu. Kami tanya apakah sudah untung, ternyata sudah untung Rp5.000 per kilogram. Kami akan lanjutkan minimal sampai Desember, dan diupayakan seterusnya harga Rp75 ribu yang kemarin," tutur dia.

Load More