Suara.com - Saat ini pengguna sepeda motor di Indonesia tampaknya semakin meningkat. Hal ini terjadi karena mudahnya akses untuk memiliki kendaraan bermotor di Indonesia.
Selain itu, beragamnya merek kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia juga banyak dan hampir seluruhnya laris dibeli oleh pelanggannya yang memang memerlukan kendaraan bermotor ini untuk menunjang aktifitasnya. Pantas saja pengguna kendaraan bermotor meningkat, karena mereka dapat dengan mudah memiliki kendaraan bermotor dengan cara kredit.
Sekilas, membeli kendaraan bermotor dengan cara kredit memang sangat mudah, namun anda perlu memahami beberapa hal terkait dengan proses kredit itu sendiri dan apa dampaknya untuk keuangan anda.
Sebelum memutuskan untuk membeli motor secara kredit, pastikan keadaan keuangan Anda memadai untuk membayar cicilan ke depannya.
Penting bagi Anda untuk mengetahui biaya apa saja yang harus dibayarkan saat mulai mencicil untuk sepeda motor yang dibeli. Jangan sampai karena telat membayar cicilan, Anda terkena sanksi.
Berikut ada beberapa hal penting yang wajib diketahui terlebih dulu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli motor secara kredit, terutama melalui Leasing:
1. Pahami Total Biaya Keseluruhan Secara Kredit
Sederhananya, saat membeli motor secara kredit tentu Anda sudah tahu bahwa harga kredit akan lebih mahal dibandingkan harga tunai.
Setelah itu Anda juga perlu mengetahui secara detail mengapa jika membayar secara kredit, harganya akan menjadi lebih mahal.
Ternyata dalam perhitungan tersebut ada beberapa biaya yang harus dibayarkan sesuai dengan sistem kredit dari leasing terkait. Sebagai contoh berikut gambarannya:
Misalnya Anda akan membeli sebuah motor dari produsen Honda, dengan harga tunai Rp15.000.000. Anda tetap akan membelinya secara kredit, dengan bantuan pihak leasing terkait. Pihak leasing mengatakan kepada Anda untuk membayar uang muka yang menurut peraturan adalah sekitar 20 persen dari harga motor. Katakanlah uang muka yang Anda bayarkan adalah Rp3.000.000. Pihak leasing menawarkan jangka waktu pelunasan kredit, dan Anda memilih tenor 23 bulan dengan angsuran Rp700.000/bulan. Maka total pembayaran Anda secara kredit adalah :
Total bayar
= Uang Muka + (angsuran x jangka waktu kredit)
= Rp3.000.000 + (Rp700.000 X 23)
= Rp19.100.000 (Total Tagihan Kredit Motor Tersebut)
Total biaya tersebut belum termasuk biaya administrasi yang rata-ratanya Rp200.000 dan dibayarkan pada cicilan pertama. Jadi, pertama kali membayar cicilan adalah = Uang muka + biaya administrasi + angsuran pertama. Totalnya Rp3.900.000.
2. Pahami Dokumen Pembelian Motor Secara Kredit
Membeli motor secara kredit, Anda juga harus memahami mengenai dokumen penting apa saja yang dapat membantu proses kredit menjadi lebih mudah. Beberapa dokumen penting ini tidak sulit untuk ditemukan, Anda pasti memilikinya.
Dokumen tersebut biasanya berupa:
• Kartu Tanda penduduk dan Kartu keluarga
• NPWP atau SPP Pajak
• Fotokopi rekening 3 bulan terakhir
• Slip Gaji/ keterangan penghasilan
3. Pahami Keterangan Penting Lainnya
Setelah memahami tentang perhitungan total biaya kredit seluruhnya, kemudian dokumen penting yang harus Anda pahami, selanjutnya ada beberapa hal lagi yang juga harus diketahui dan pahami. Beberapa hal tersebut adalah:
• Tanyakan fasilitas apa saja yang bisa didapatkan dari kredit tersebut. jika bisa mendapatkan diskon, pilih saja diskon tersebut.
• Anda harus tahu mengenai denda keterlambatan yang mungkin pernah terjadi pada Anda. Tanyakan jatuh tempo waktu keterlambatan tersebut, agar tidak terlambat lagi.
• Soal asuransi juga penting diketahui, apa saja yang bisa di-cover oleh pihak asuransi tersebut. tanyakan juga bagaimana klaimnya dan penggantiannya berupa uang atau barang
• Tanyakan tentang BPKB, yang jika diperbolehkan Anda bisa memilikinya saat cicilan motor sudah lunas.
4. Rencanakan keuangan untuk angsuran kredit Anda
Setelah memutuskan untuk membeli motor secara kredit, dan Anda telah memahami segala prosedur yang berkaitan dengan proses kredit ini. Segeralah atur keuangan untuk pos cicilan sepeda motor tersebut. Setiap kali mendapat penghasilan di tiap bulannya, sebaiknya Anda langsung membaginya dalam bentuk pos-pos kebutuhan uang untuk membayar cicilan.
Selain itu, membayar uang muka lebih besar di muka juga dapat membantu meringankan cicilan.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Investasi Reksa Dana, Hukumnya Halal atau Haram?
Belum Yakin Melakukan Aplikasi KTA? Cek Ini Dulu!
Hal-Hal yang Mesti Anda Ketahui dari Pasar Modal Indonesia
| Published by Cermati.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%