PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Emas Semarang terus meningkatkan infrastruktur kawasan dalam pelabuhan.
"Mengenai kemajuan pelaksanaan pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas ini kami telah menyelesaikan sebagian pembangunan sistem polder dan revitalisasi terminal penumpang," kata General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Tri Suhardi di sela kegiatan pasar murah di Kantor Pelindo Semarang, Selasa (28/6/2016).
Meski demikian, diakuinya di jalan depan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yaitu Jalan Yos Sudarso masih tergenang rob. Terkait hal itu, saat ini pihaknya tengah dalam proses pengadaan pompa dan pelebaran saluran.
Peningkatan fasilitas infrastruktur yang lain yaitu revitalisasi terminal penumpang, penambahan dermaga peti kemas, modernisasi peralatan peti kemas, dan penambahan kedalaman kolam pelabuhan.
"Terkait penambahan kedalaman kolam pelabuhan ini agar dapat melayani kapal dengan ukuran yang lebih besar," katanya.
Selanjutnya pada program tahap dua, pihaknya berencana memodernisasi Terminal Samudera dan pengembangan Terminal Kalibaru Barat untuk curah.
Selain itu juga melanjutkan pengembangan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), di antaranya penambahan peralatan dan pembangunan fasilitas moda kereta api.
"Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya dukungan seluruh pihak baik dari Pemkot Semarang maupun pihak KSOP Tanjung Emas," katanya.
Sementara itu, pada kegiatan pasar murah tersebut pihaknya bersama TPKS menyalurkan bantuan 3.000 paket sembako dengan nilai Rp100 ribu/paket. Masing-masing paket berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, dan 5 bungkus mi instan.
Paket sembako diberikan kepada tenaga bongkar muat pelabuhan dan warga sekitar. Secara rincian, ada 608 paket untuk tenaga kerja bongkar muat, 750 paket untuk warga Kelurahan Bandarharjo, dan 750 paket untuk warga Kelurahan Tanjung Emas.
Selain itu, ada 300 paket untuk warga Tambak Lorok dan Ujung Laut, 144 paket untuk Panti Asuhan Joko Tingkir, dan 1.056 paket untuk tenaga kebersihan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya