Upaya mengembangkan pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia masih terhambat dengan belum memadainya peningkatan infrastruktur pendukung di daerah.
"Seperti di Sampit ini kendalanya di antaranya tidak mencukupinya pasokan listrik. Jalan menuju pelabuhan juga rusak. Bagaimana peti kemas dan truk CPO (crude palm oil) itu bisa melintas dengan nyaman. Ini kewajiban pemerintah daerah. Kalau ini bisa menunjang maka kemajuan kepelabuhanan makin cepat. Pendangkalan alur Sungai Mentaya juga sangat mengganggu karena kapal harus menunggu air pasang," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III), Toto Heliyanto di Sampit, Kalimantan Tengah, Jumat malam (10/6/2016).
Sesuai program tol laut yang dijalankan Presiden Joko Widodo, ada 24 pelabuhan strategis yang akan dikembangkan. Lima pelabuhan di antaranya di bawah pengelolaan PT Pelindo III, yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang, Trisakti Banjarmasin, Bagendang Sampit dan Kupang.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terdapat dua terminal atau pelabuhan yakni Pelabuhan Bagendang untuk bongkar muat barang dan Pelabuhan Sampit yang diprioritaskan untuk penumpang.
Saat ini sebagian jalan menuju Pelabuhan Bagendang masih rusak sehingga cukup mengganggu kelancaran angkutan menuju dan keluar dari pelabuhan ini. Padahal kelancaran angkutan darat juga berpengaruh terhadap aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
Alur Sungai Mentaya yang dangkal di beberapa titik juga menjadi kendala pengembangan kepelabuhanan. Saat ini kapal-kapal besar hanya bisa masuk saat sungai sedang pasang, sehingga berdampak pada efisiensi waktu dan biaya. Rencana pengerukan alur yang seharusnya dilakukan tahun ini ternyata dibatalkan dengan alasan penghematan anggaran.
"Idealnya di Sungai Mentaya ini seperti di Sungai Barito (Kalimantan Selatan), ada tolnya sehingga bisa 24 jam. Kalau dermaga dan fasilitas sea way (lapangan penumpukan peti kemas) ditambah tapi alur masih dangkal dan harus mengandalkan pasang surut, ya tetap ada kendala untuk pengembangan, padahal ini sangat potensial," kata Toto.
Toto menilai pelabuhan di Sampit maju dengan pesat dan memiliki prospek yang bagus. Dia membandingkan kondisi dua tahun lalu saat dia berkunjung ke Sampit dengan kondisi sekarang, jauh berbeda. Perkembangan di sekitar pelabuhan sangat cepat, menandakan ekonomi tumbuh dan membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah.
Secara internal, Toto meminta seluruh jajarannya, khususnya di PT Pelindo III Cabang Sampit untuk terus meningkatkan kinerja. Terobosan-terobosan harua terus dilakukan untuk pelayanan kepelabuhanan dan pengembangan perusahaan.
"Kinerja jangan berkurang karena puasa. Kita harus tetap bersemangat memberikan pelayanan. Upayakan biaya kepelabuhan murah. Jangan cuma duduk meski kapal pasti datang. Kita harus berusaha. Marketing harus jalan. Komunikasi pimpinan cabang dengan pusat harus jalan. Hubungan pimpinan cabang dengan bupati, KSOP dan lainnya juga harus ditingkatkan," ujar Toto.
Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di tujuh provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di Kalimantan Tengah, fokus pengelolaan dilakukan pada pelabuhan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pelabuhan Panglima Utar, Kumai Kabupaten Kotawaringim Barat.
Dia yakin pelabuhan di Sampit akan mampu berkembang. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menunjukkan keseriusan dalam mendukung peningkatan kepelabuhanan.
Demi menyukseskan Tol Laut, sepanjang 2015 pemerintah telah membangun 27 pelabuhan baru diseluruh wilayah Indonesia. Selain itu, Indonesia juga sedang membangun 68 pelabuhan lagi, yang tersebar di Maluku, Papua, NTT dan Sulawesi. Presiden Joko Widodo juga menyatakan bahwa Indonesia sedang menambah 200 kapal patroli, penumpang, ternak, navigasi dan barang.
Sekedar informasi, program pembangunan tol laut bertujuan untuk menghubungkan transportasi laut yang efektif secara rutin dari barat Indonesia sampai timur wilayah Indonesia melibatkan 24 pelabuhan. Ke 24 pelabuhan tersebut meliputi lima pelabuhan sebagai hub (pengumpul) yaitu Pelabuhan Belawan/Kuala Tanjung, Pelabuhan Tanjung Priok/Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Perak,Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Bitung. Sedangkan 19 pelabuhan sebagai feeder (pengumpan) bagi pelabuhan hub.
Ke 19 pelabuhan feeder tersebut adalah Pelabuhan Malahayati, Batam, Jambi (Talang Duku), Palembang, Panjang, Teluk Bayur, Tanjung Emas, Pontianak, Banjarmasin, Sampit, Balikpapan/Kanangau, Samarinda/Palaran, Tanau/Kupang, Pantoloan, Ternate, Kendari, Sorong, Ambon dan Jayapura. (Antara)
Berita Terkait
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
Sensasi Makan Indomie di Bawah Bayangan Kapal Raksasa: Mengulik Dermaga Pelabuhan Cirebon
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi