Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mendorong kapal-kapal eks cantrang di kawasan utara Jawa untuk menangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 711 yang meliputi Perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Cina Selatan.
Pemindahan kapal-kapal lokal eks cantrang berukuran > 30 GT ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tangkap nasional. Rencana pemindahan kapal-kapal tersebut meliputi 400 kapal dengan rincian 300 kapal untuk tahun 2016 dan 100 kapal untuk tahun 2017.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja saat menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli di kantor KKP, Rabu (13/7/2016).
Sementara itu Menko Rizal dalam arahannya mengungkapkan, pemindahan kapal-kapal tersebut setidaknya dapat menaikkan kapasitas perikanan tangkap di WPP-RI 711 dari 9.3 persen ke 40 persen.
"Kita ingin tingkatkan kapasitas tangkap nasional. Solusinya adalah memindahkan kapal-kapal lokal di atas 30 GT di utara Jawa ke wilayah Natuna dan Arafura. Kita kasih mereka tangkapan yang gemuk. Ini akan meningkatkan kapasitas tangkap dari 9,3 persen ke sekitar 40 persen. Tahun depan kita akan tingkatkan lagi menjadi 70-80 persen. Kita buat mereka nikmati hasil tangkap yang banyak," ungkap Rizal dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2016).
Menko Rizal juga menambahkan bahwa terdapat 4 program yang dapat dijalankan untuk semakin menegakkan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Natuna.
"Kita mesti konkret untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna. Rakyatnya diberdayakan sehingga kesatuan NKRI semakin kuat. Hal ini bisa dicapai melalui 4 program, yaitu perikanan, tourism, minyak bumi dan gas alam, dan perkuat pertahanan untuk kedaulatan Indonesia," ujar Rizal.
Dirinya berharap, dengan naiknya kapasitas tangkap nasional dan ramainya WPP-RI 711 dengan kapal-kapal lokal, salah satu pasar ikan di Natuna dapat menjadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo.
"Kita ingin Natuna jadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo. Nanti kita bikin tempat lelang ikan di Natuna. Ini akan difasilitasi oleh KKP. Nanti kami adakan rapat yang lebih teknis lagi terkait ini agar lebih bagus," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja juga mengungkapkan optimismenya dalam membangun sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Untuk rencana pemindahan 300 kapal eks cantrang pada 2016, dirinya menargetkan pemindahan kapal-kapal eks cantrang ke WPP-RI 711 akan selesai pada Oktober 2016.
"Yang pertama, kita ingin nelayan-nelayan di utara Jawa bisa nangkap di Natuna dan menjual ikan di Selat Lampa. Yang kedua adalah budidaya, komoditasnya adalah napoleon, kerapu, dan rumput laut. Kita akan letakkan pusat pelayanan terpadu. Kita siapkan one stop show di Pulau Sedanau. Yang ketiga, kita akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata di Pulau Senoa. Kita kembangkan fasilitas untuk wisata bahari di sana untuk menjadikan pulau tersebut menjadi wisata yang premium," ungkap Sjarief.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO