Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung mengatakan bahwa pihaknya sampai kini belum bisa memastikan besaran diskon penjualan rumah di ajang pameran “Jakarta Property Week 2016” yang akan segera diselenggarakan. Pasalnya Rumah123.com masih menunggu keputusan 120 pengembang (developer) properti yang menjadi peserta pameran JPW 2016.
"Insentif diskon penjualan rumah belum bisa saya bicarakan sekarang. Mungkin nanti akhir Agustus, tergantung kesepakatan dari para Developer itu sendiri," kata Untung dalam wawancara di Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Untung mengakui soal diskon harga menjadi perhatian mengingat konsumen yang lebih banyak disasar oleh Rumah123.com adalah pembeli usia muda berkisar 24-30 tahun. Umumnya mereka adalah pembeli rumah untuk kepemilikan pertama. Selama ini segmen ini menghadapi tantangan tingginya harga jual rumah setiap tahun. "Cuma berapa besarnya, para developer masih menunggu perkembangan situasi setelah Bank Indonesia melonggarkan kebijakan loan to value (LTV)," ujar Untung.
Untung menjelaskan, bagi pembeli rumah pertama, masalah jumlah uang muka (DP) yang harus disetor selalu jadi masalah utama. Kalau sekedar angsuran cicilan kredit pemilikan rumah (KPR), bisa ditutup dari satu bulan gaji. "Namun uang muka seringkali berat bagi konsumen rumah pertama ini. Gaji mereka tidak langsung menutupnya. Belum tentu juga mereka memiliki tabungan yang cukup," tutup Untung.
Sebagaimana diketahui, pada Kamis, (16/6/2016), BI mengeluarkan insentif untuk mendorong kredit konsumsi dengan melakukan pelonggaran plafon pemberian pinjaman atau loan to value (LTV) untuk KPR. Misalnya, untuk pelonggaran KPR, BI menetapkan aturan uang muka atau down payment (DP) KPR di bank konvensional sebesar 15 persen dan DP untuk di bank syariah sebesar 10 persen.
Berita Terkait
-
Rumah123.com Targetkan Penjualan Properti Rp800 Triliun di 2016
-
Mau Punya Rumah dengan Modal Dengkul? Datangi Pameran JPW 2016
-
Pelajar Indonesia Menggeliatkan Industri Properti di Australia
-
Ternyata Orang Indonesia Lebih Sering Cari Rumah Pada Hari Kamis
-
Industri Properti Diperkirakan Naik Perlahan di 2016
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia