Mengakhiri paruh pertama tahun 2016, PT Bank Sahabat Sampoerna (“Bank Sampoerna”) terus melakukan fungsi intermediasi secara konsisten. Hal ini terlihat dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) secara beriringan.
DPK yang berhasil dihimpun tercatat sebesar Rp5,69 triliun dari Rp3.960,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu atau meningkat sebesar 43,9 persen. Sedangkan kredit yang telah disalurkan sepanjang Semester I 2016 adalah sebesar Rp5,28 triliun yang meningkat 39,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp3,79 triliun. Sedangkan rasio kredit berbanding dana pihak ketiga (LDR) tetap terjaga pada level 90,78 persen.
“Bank Sampoerna berusaha untuk tetap melakukan fungsi intermediasi Bank secara konsisten dan berhati-hati. Peningkatan dana pihak ketiga dan kredit yang disalurkan menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sampoerna semakin kuat,” kata Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna dalam keterangan resmi, Rabu (10/8/2016).
Seiring dengan peningkatan kredit tersebut berdampak pula pada Pendapatan Bunga Bersih yang berhasil diperoleh sebesar Rp178,8 miliar meningkat 44,1 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp124,1 miliar dan Margin Bunga Bersih/NIM tercatat pada level 5,48 persen.
Rasio kredit bermasalah bersih (NPL Net) tercatat pada level 3,58 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meningkatnya rasio kredit bermasalah ini disebabkan karena adanya faktor eksternal yang salah satunya adalah perlambatan ekonomi yang masih berlangsung hingga Semester I 2016 sehingga sangat berdampak pada kualitas kredit yang disalurkan. Namun demikian, Manajemen terus berupaya memperbaiki kualitas kredit dengan melakukan pendekatan kepada nasabah secara rutin.
Memasuki semester II 2016, Bank Sampoerna akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola usaha dan dalam memanfaatkan berbagai peluang bisnis bagi pertumbuhan di masa mendatang. Bank Sampoerna akan terus melakukan perluasan jaringan kantor cabang untuk memperluas segmentasi pasar dan lebih mendekatkan diri kepada nasabahnya serta terus melakukan sinergi bisnis dengan KSP Sahabat Mitra Sejati dengan memanfaatkan lebih dari 120 jaringan kantor cabangnya di beberapa daerah di Indonesia.
“Pengembangan sumber daya manusia, penyelarasan organisasi, serta peningkatan efisiensi operasional merupakan faktor penting untuk lebih memperkuat posisi Bank Sampoerna untuk terus tumbuh dimasa yang akan datang,” tutup Ali.
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat