Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisyam berpandangan Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (Leppami) HMI merupakan organisasi mahasiswa strategis yang sangat tepat untuk ikut mendorong dan menggerakkan pariwisata di Indonesia. Pasalnya, Leppami merupakan organisasi sayap HMI yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Dalam konteks memaknai 4 pilar kebangsaan (UUD NKRI 194, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) Leppami sangat tepat karena sebagai sayap HMI yang sangat kental dengan keislaman dan keindonesian," kata Hisyam pada forum Jambore Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) I Leppami HMI di Coban Talun, Batu beberapa waktu lalu.
Hisyam yang juga politisi Golkar itu mengatakan, Indonesia memiliki warisan nilai sejarah dan budaya bangsa serta kekayaan alam yang amat kaya dan harus diwariskan kepada generasi mendatang. Kekayaan alam merupakan amanah dan pinjaman dari setiap generasi bangsa Indonesia.
"Sektor pariwisata perlu disandingkan dengan kebudayaan, karena kebudayaan dapat menjadi spirit sekaligus sumber daya (resource) utama pembangunan pariwisata," ujarnya.
Negara dalam hal ini Pemerintah, menurut Hisyam, perlu memahami dengan benar kebudayaan Indonesia dan menginternalisasikannya kepada masyarakat.
"Dengan cara memberikan pemahaman kebudayaan serta mewariskan nilai sejarah dan budaya bangsa kepada generasi mendatang," kata Hisyam yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Timur V itu.
Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar-Bisnis dan Pemerintahan Kementerian Parawisata, Tasbir menilai kegiatan Leppami ini sesuai dengan prinsip pariwisata yang berkelanjutan khususnya yang berkaitan dengan green tourism. Namun yang lebih penting adalah rencana aksi melalui program-program kegiatan yang dilaksanakan oleh Leppami.
Menurut Tasbir, tepat sekali kegiatan ini dimulai dari Kota Batu sebagai salah satu kawasan wisata yang perlu terus dikembangkan dengan prinsip wisata berkelanjutan.
"Pariwisata saat ini menjadi andalan pembangunan nasional. Oleh karena itu, generasi muda selayaknya mengambil peran ini untuk ikut membangun pariwisata Indonesia dalam rangka mencapai kunjungan target nasional," katanya.
Untuk mengambil peran itu, sambung Tasbir, generasi muda dapat mengisi kebutuhan SDM di bidang pariwisata maupun memperbanyak tumbuhnya enterpreuner muda di Indonesia yang sangat diperlukan saat ini.
"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara Jamnas dan Munas I Leppami 2016 karena merupakan bagian tak terpisahkan dari kebijakan nasional untuk pengembangan pariwisata," ucapnya.
Dinas Pariwisata Pemkot Batu mengajak Leppami bersinergi meningkatkan potensi pariwisata. Kota Batu telah berhasil menjadi kota wisata Batu berkat perhatian Pemkot serta dukungan Wali Kota Eddy Rumpoko. Kota Batu telah dikenal tidak hanya di wilayah Jawa Timur saja tetapi nasional bahkan manca negara.
"Terbukti dengan penduduk yang tidak lebih 2 juta, kota wisata Batu telah mampu menjadi destinasi wisata dengan total pengunjung tiap tahunnya lebih dari 5 juta wisatawan," kata Arif dari Dinas Pariwisata Pemkot Batu.
Sebagai kota yang mempunyai keistimewaan untuk berdiri sendiri dan berkembang, menurut Arif, Kota Batu harus mampu merubah pola fikir masyarakat. Dimana dahulunya masyarakat hanya hidup dengan penjualan hasil pertanian apel yang kemudian lambat laun harga apel turun, maka diperlukan inovasi baru, yakni wisata petik apel.
"Dari sinilah Kota Batu mempunyai brand yang cukup kaya, baik dari segi wisata alam, buatan dan pembangunan. Semuanya dimiliki Batu. Dari tiga kecamatan; Batu dengan Wisata buatanya, Junrejo dengan Pengembangan kerajinan masyarakatnya," pungkasnya.
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Usai Michael, Jaafar Jackson Bakal Main Film Supermax Bareng Will Smith
-
Review 910 Haze Tempo, Sepatu Lari Ringan dan Murah Buat Tempo Run
-
Shandy Hermanto, Kades yang Bangun Kantor Desa Megah Kini Jadi Tersangka Bus ALS
-
BNI Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Perkuat Akses KPR bagi Masyarakat
-
Kasus Mutilasi Tanah Merah Depok, Pelaku Buang Potongan Kaki ke Sungai Pitara untuk Hilangkan Jejak
-
Meski Ekonomi RI Melambat, IHSG Tetap Nyaman di Level 6.300
-
Polemik Biaya Makan Pejabat: MBG untuk Rakyat, Jamuan Mewah untuk Pejabat?
-
Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan
-
Timnas Indonesia Layak Kalah dari Vietnam, John Herdman Dituding Arogan!
-
DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pertukangan Kayu-Pelatihan UMKM