Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dasar-dasar asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Nota Keuangan tahun 2017 dalam Sidang Paripurna DPR, di gedung Nusantara, Kompleks DPR Senayan, Jakarta, Selasa (16/8) lalu.
Dalam paparannya, Presiden Jokowi menyebutkan total APBN 2017 yang disusun pemerintah mencapai Rp 2.070,5 triliun. Sedangkan penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp 1.495,9 triliun dan penerimaan negara non pajak atau PNBP diperkirakan mencapai Rp 240,4 triliun.
Dari total anggaran APBN 2017, sebesar Rp 1.310,4 triliun akan diperuntukkan sebagai belanja pemerintah pusat. Sementara, Rp 760 triliun akan ditranfer ke daerah. Adapun defisit anggaran diperkirakan sebesar Rp 332,8 triliun atau 2,41 persen dari PBD (Produk Domestik Bruto). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,3 persen.
Menanggapi paparan Presiden Jokowi, anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menegaskan, selama ini pembahasan APBN selalu dilakukan secara realistis dan kredibel.
"Selama ini, Presiden Jokowi menanamkan di saat sesulit apapun, kita harus optimis dan realistis," kata Misbakhun kepada Suara.com, Jumat (19/08/2016).
Misbakhun menilai selama ini perumusan APBN selalu dilakukan oleh orang yang kredibel di bidang tersebut. Mereka yang merumuskan APBN adalah orang-orang yang kredibel. Mereka merumuskan APBN dengan sangat akuntabel.
“Pembahasan APBN selalu dilakukan secara realistis dan bertujuan untuk membangun optimisme. Kita selama ini sangat realistis, tetapi realistis untuk membangun optimisme. Disaat sulit seperti ini kita membangun harapan," ujar Misbakhun
"Siapa yang dapat menumbuhkan harapan? Negara. Dalam hal ini adalah figur presiden. Presidenlah yang akan menumbuhkan optimisme," kata Misbakhun.
Misbakhun mengungkapkan, melalui perubahan struktural terjadi banyak hal yang menimbulkan pertumbuhan datar terlebih dahulu.
"Karena semua itu tidak bisa langsung berlari dengan kencang harus ada pemulihan terlebih dahulu," kata Misbakhun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat