Presiden Joko Widodo menemui CEO Alibaba, Jack Ma dalam lawatannya ke markas raksasa e-commerce Alibaba di Cina, Jumat, (2/9/2016). Tujuan Jokowi bertemu dengan Jack Ma adalah membahas produk UKM dari Indonesia agar bisa menembus pasar Cina dan pasar global melalui jaringan Aliexpress. Jokowi sendiri bertekat dalam paket kebijakan terkait e-commerce, pemerintah bakal menjamin kemudahan dalam bisnis online dimana Indonesia bisa menjadikan sektor ini sebagai salah satu sektor yang menompang pertumbuhan ekonomi.
Menyikapi hal demikian, President Junior Chamber Internatinoal Jakarta, M Hadi Nainggolan mengungkapkan bahwa banyak pengusaha di dalam negeri khususnya pebisnis startup yang terinspirasi dengan Jack Ma.
Mereka memandang Jack Ma sebagai “role model” dalam bidang usaha.Maka dari itu, para pengusaha memiliki keinginan untuk bisa bertemu langsung dengan sang tokoh idola untuk mendengar kisah-kisah yang menginspirasi, serta mendapatkan ilmu-ilmu tambahan yang bermanfaat.
“Para pebisnis startup benar- benar ingin bertemu dengan tokoh idola yang telah menginspirasi anak- anak muda di Indonesia. Untuk itu kami sangat berharap agar Presiden Jokowi bisa mengundang Jack Ma datang ke Indonesia. Kami ingin belajar kunci sukses darinya,” ujar Hadi dalam keterangan tertulis, Senin, (5/9/2016).
Lebih lanjut, Hadi mengatakan bahwa Indonesia sendiri merupakan salah satu market e-commerce di dunia. Dengan mendatangkan Jack Ma ke Indonesia, bisa menjadi sebuah momentum kerjasama yang lebih kongkrit antara Alibaba Group dengan pengusaha e-commerce Indonesia.
“Bila merujuk pada populasi penduduk Indonesia yang sangat besar, potensi perkembangan e-commerce di Indonesia bisa meningkat 25% per tahun. Hal ini bukanlah hal yang mustahil karena pengguna internet di dalam negeri jumlahnya telah menembus 88,1 juta dan hampir 50% diantaranya merupakan pengguna internet harian. Hal tersebut bisa menjadikan negara kita sebagai energi digital di kawasan ASEAN terlebih lagi bila kita sudah menjalin kerjasama dengan Alibaba Group tentu startup di Indonesia akan semakin berkembang, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” terang Founder Graha Inspirasi tersebut.
Dalam hal ini, Hadi menegaskan bahwa JCI ingin menjadi bagian hubungan untuk membangun network pengusaha Indonesia ke seluruh dunia. JCI sendiri tersebar di 127 Negara dan itu merupakan potensi besar untuk melahirkan pengusaha- pengusaha Indonesia yang “go internasional”. “JCI ingin membangun network pengusaha lokal dengan negara-negara anggota JCI lainnya. Meskipun, untuk masuk ke pasar internasional bukanlah hal yang mudah, butuh kesiapan dan juga keberanian agar produk, atau merek dari bisnis kita benar- benar bisa masuk dan diterima oleh konsumen luar negeri. Kita harus membuktikan bahwa produk asal Indonesia memiliki nilai jual tinggi dan tidak kalah saing dari segi harga maupun kualitas dengan produk atau bisnis dari luar negeri,” katanya.
Berangkat dari semangat itulah, JCI akan menggelar Young Leader Forum pada Minggu, 9 Oktober 2016 dengan mengundang Presiden Joko Widodo sebagai “Keynote Speaker” dalam talkshow ini akan dikupas tuntas mengenai bisnis dan kepemimpinan oleh para tokoh bisnis dan pemimpin muda Nasional dan Internasional. Salahsatu tokoh penting yang akan diundang oleh JCI adalah Jack Ma. Dimana Jack Ma akan menjadi pembicara khusus tentang trend e-commerce.
Project Director Best Business Plan Competition (BBPC), Febry Syahputera berharap agar Presiden Jokowi bisa mengajak Jack Ma untuk memenuhi undangan BBPC dari JCI ini.
“Kami berharap agar bapak Presiden bisa mengajak Jack Ma untuk hadir sebagai pembicara dalam acara ini. karena antusiasme kami begitu besar untuk bertemu langsung dengan Jack Ma dan mendengar langsung kiat- kiat bisnis darinya. Selain itu para pengusaha juga menyampaikan ingin berkomunikasi langsung melakukan tanya- jawab dengan Jack Ma. Diharpkan dengan kedatangan Jack Ma, para pengusaha muda Indonesia menjadi lebih semangat dalam membangun usaha, dan terinspirasi untuk melakukan inovasi yang lebih serta memberi kontribusi besar bagi kemajuan startup di Tanah Air,”pungkas Febri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran