Di sela perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hangzhou, Tiongkok. Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi di Hangzhou International Expo Center, Senin, (5/9/2016).
Presiden Jokowi mengemukakan bahwa Italia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia dan sebagai pusat kegiatan ekspor Indonesia di Eropa. "Indonesia berkomitmen untuk tingkatkan perdagangan dengan Italia ke depan," ujar Presiden Jokowi.
Selain sektor perdagangan, sejumlah sektor yang dijajaki kemungkinannya untuk dilakukan kerja sama antara kedua negara adalah pendidikan dan kebudayaan, maritim, energi terbarukan, teknologi digital, dan agrobisnis.
Kepada Presiden Jokowi, PM Renzi mengundang untuk berkunjung ke Italia pada tahun 2017 untuk menindaklanjuti beberapa poin kerja sama yang dibicarakan pada kesempatan kali ini.
"Saya ingin mengedepankan kerja sama di bidang pendidikan dan budaya dengan Indonesia untuk meningkatkan hubungan people to people contact antar kedua negara," kata PM Renzi.
Terkait kelanjutan dari proses dialog antar-keyakinan antara kedua negara, PM Renzi mengatakan, Italia akan terus melanjutkan dialog karena Indonesia memiliki peran penting sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Presiden Jokowi juga menyetujui agar kelanjutan proses ini ditingkatkan.
"Indonesia 87 persen penduduknya Muslim dan moderat serta toleran. Saya mendukung agar Indonesia dan Italia dapat menyelenggarakan forum interfaith dialogue untuk memajukan nilai moderasi serta mengatasi ekstrimisme dan xenophobia." ujar Presiden Jokowi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Cina Sugeng Rahardjo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen