Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) memberikan dukungan pembiayaan Line Facility Al Murabahah sebesar Rp75 Miliar kepada PT PPA Kapital (PPAK) melalui anak perusahaan PT Duta Mentari Raya (DMR), yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit. Pembiayaan ini sebagai bentuk investasi pembangunan pabrik pengelolaan kelapa sawit (PKS) di Sengingi, Riau.
Pembiayaan ini akan dilakukan secara bertahap, yakni tahap pertama (line facility Al Murabahah I) sebesar Rp70 Miliar dengan tenor 60 bulan dan tahap kedua (line facility Al Murabahah II) sebesar Rp5 Miliar dengan tenor 12 bulan revolving. Akad pembiayaan Al Murabahah atau deferred payment sale adalah pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.
“Kerjasama dengan PT PPAK merupakan salah satu bagian inisiasi strategis Bank Muamalat di tahun 2016 dalam bidang pembiayaan bisnis korporasi,” ujar Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Y. Sugiarto, pada acara penandatanganan akad pembiayaan Line Facility Al Murabahah dengan PT Duta Mentari Raya, di Jakarta, Selasa (20/9/2016).
“Melalui kerjasama ini, kami berharap di masa mendatang, Bank Muamalat semakin dipercaya untuk menjadi mitra perbankan syariah yang profesional dan dapat diandalkan,” imbuh Indra.
Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman mengaku optimis dengan dilakukannya kerjasama ini. “Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia memiliki potensi besar dalam hal produksi kelapa sawit. Bank Muamalat optimis dengan dilakukannya kerjasama pembiayaan ini dapat menjadi salah satu langkah tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya potensi dan kualitas industri kelapa sawit nasional, tidak hanya bagi pasar dalam negeri, melainkan juga bagi pasar mancanegara,” kata Endy.
Saat ini, PT DMR tengah membangun pabrik PKS yang dijadwalkan rampung pada akhir Desember 2016. DMR menargetkan pada Januari 2017, perusahaan dapat memulai pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton/jam, di Desa Kebon Lado, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Produk yang dihasilkan oleh DMR antara lain crude palm oil (minyak kelapa sawit mentah) dan kernel (minyak inti kelapa sawit). Target penjualan dan distribusi DMR merupakan pasar dalam dan luar negeri yang sesuai dengan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable in Sustainable Palm Oil (RSPO).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983
-
APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel
-
HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
-
IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
-
BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah
-
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran
-
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Indonesia
-
Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya