Suara.com - Setiap orang pasti memiliki tujuan dalam hidup, termasuk ketika bekerja atau berbisnis. Dan ternyata, ada beberapa hal pembeda antara tuntutan bekerja orang kaya dan miskin, yang tentu mempengaruhi keadaan keuangan mereka.
Menurut Tung Desem Waringin, motivator finasial yang juga seorang pengusaha, orang miskin hanya percaya tujuan mereka bekerja atau bisnis adalah untuk mendapatkan uang agar bisa membiayai seluruh gaya hidupnya saat ini.
Sementara orang kaya, lanjut dia, percaya mereka bekerja memgumpulkan uang untuk diinvestasikan agar menciptakan 'pasif income'. Dan inilah yang akan membayar gaya hidup mereka, sehingga mereka bebas secara keuangan.
"Ketika orang miskin penghasilannya meningkat, maka gaya hidupnya juga meningkat. Sementara orang kaya saat penghasilannya meningkat, maka investasinyalah yang meningkat. Akhirnya, ketika 'pasif income'nya meningkat, baru gaya hidupnya lah yang meningkat," ucapnya.
Kesalahan paling parah yang dilakukan orang miskin, Tung mengungkapkan, saat mendapatkan uang, belum menghasilkan uang berikutnya, sudah dipotong dan dimakan.
"Banyak orang beralasan, penghasilannya sedikit, tunggu sampai penghasilan saya besar dulu, baru saya bisa menabung. Inilah kesalahannya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual
-
Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas