Bisnis / Makro
Senin, 10 Oktober 2016 | 17:08 WIB
Ratusan pengumudi yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana, di Jakarta, Senin (19/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada provider transportasi berbasis online untuk tidak egois dan sebentar-sebentar menggelar demonstrasi. Budi mengingatkan pelaku industri transportasi online tidak egois lantaran merasa dicintai masyarakat sehingga tidak mau menaati peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Online itu kita cintai tetapi kalian harus ikut aturan, tidak bisa memikirkan diri sendiri. Online jangan egois karena dicintai masyarakat muda, sedikit-sedikit demo," kata Budi saat ditemui di Plaza UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Ia pun menjelaskan, diperpanjanganya masa sosialisasi taksi online untuk mengikuti peraturan pemerintah bukan karena pilih kasih, namun ini untuk memaksa mereka mengikuti aturan main yang ada.

"Masa SIM nggak mau umum, masa kendaraan nggak mau kir, masa kendaraannya nggak bisa di bawah satu lembaga. Harus dong. Kalau mau jadi transportasi umum, harus ikut aturan," katanya.

Ia pun juga meminta kepada pengusaha taksi konvensional untuk menghargai keberadaan taksi online ini. Pasalnya, keberadaan taksi online ini tak bisa dihindari lantaran kemajuan teknologi yang terus berkembang.

"Angkutan aplikasi ini sangat inovatif dan itu suatu keniscayaan yang tidak dipungkiri. Taksi yang existing kami minta pengertian, bahwasanya dengan online akan tercipta suatu kemudahan dan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Ia pun mengajak kepada Organisasi Pengusaha Angkutan Darat untuk bersama-sama melakukan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, sambil menemukan formula yang tepat ke depan.

"Ayo kita sama-sama perbaiki sistem transportasi di masyarakat. Jangan hanya sibuk berdebat satu sama lain," tegasnya. 

Load More