Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengkritik pelaksanan program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) di Indonesia masih banyak menemui hambatan. Padahal program itu sendiri jauh dari cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia jika ingin menjadi negara industri maju.
"Seharunya bukan menambah pembangkit listrik sebanyak 35 ribu MW. Kalau Indonesia mau jadi negara industri maju, yang dibutuhkan adalah tambahan pembangkit listrik 4 kali lipat dari itu, yaitu sebesar 240 ribu MW," kata Kurtubi saat dihubungi Suara.com, Jumat (14/10/2016).
Kurtubi juga menyayangkan kebijakan tata kelola energi listrik di Indonesia masih banyak kekeliruan. Salah satunya adalah menempatkan opsi nuklir sebagai opsi terakhir sebagai sumber energi listrik. Padahal yang bisa menjawab kebutuhan pasokan listrik dalam jumlah besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia ialah nuklir. "Isu nuklir juga selalu menjadi isu kontroversi berkepanjangan. Ini salah satu tantangan yang harus dijawab oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar," ujar Kurtubi.
Politis Nasdem tersebut juga menyoroti implementasi program pembangkit listrik 35 ribu MW sendiri yang masih banyak persoalan di lapangan. "Semoga Jonan dan Arcandra bisa mengatasi persoalan ini agar tercapai sesuai jadwal. Waktu pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tinggal 3,5 tahun lagi," tutup Kurtubi.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo, secara resmi meluncurkan Program 35.000 MW untuk Indonesia di pantai Samas, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (4/6/2015). Program terobosan di sektor ketenagalistrikan ini diluncurkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi yang selama ini berjalan. Program 35.000 MW ini merupakan salah satu program unggulan dalam rangka mencapai salah satu sasaran nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi.
Komitmen 35 ribu MW sendiri tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2015-2024 yang telah disahkan dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): 0074K/21/MEM/2015. Dalam RUPTL ini ada 109 proyek Program 35 ribu megawatt di seluruh Indonesia. Untuk 10 ribu MW ditangani langsung PLN sebanyak 35 proyek. Untuk 25 ribu MW mengundang partisipasi swasta sebanyak 74 proyek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni
-
Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI
-
IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya