Salah satu program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakni mendukung terwujudnya kedaulatan pangan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat jumpa pers 2 tahun capaian Kementerian PUPR, minggu lalu, mengatakan strategi Kementerian PUPR yakni dengan membangun bendungan, mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, dan menginventarisasi bendung-bendung atau prasarana irigasi yang belum optimal pemanfaatan airnya untuk dilakukan perbaikan.
Seperti yang saat ini dilakukan di Provinsi Jawa Tengah, yakni rehabilitasi secara besar-besaran daerah irigasi Waduk Kedung Ombo. Rehabilitasi dilakukan karena saluran irigasi usianya sudah di atas 20 tahun dan adanya sedimentasi membuat kapasitas saluran menurun.
"Kalau kapasitas saluran air menurun tentunya petani akan terancam kekurangan air," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Made Sumiarsih dalam keterangan tertulis, Minggu (16/10/2016).
Kasubdit Wilayah Barat Irigasi dan Rawa, Ditjen Sumber Daya Air Ruban Ruzziyatno dan Ketua Kelompok Petani Karya Tani Wardi dari desa Kelurahan Kanjang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan mendampingi Juana saat berkunjung ke Waduk Kedung Ombo, Jumat (14/10/2016).
Rehabilitasi dilakukan pada Bendung Klambu seluas 37.451 Ha yang memiliki saluran irigasi Klambu Kanan dan Klambu Kiri. Rehabilitasi dilakukan pada saluran induk dan saluran sekunder baik di saluran Klambu Kanan maupun Klambu Kiri.
Tidak hanya itu, rehabilitasi juga dilakukan pada saluran induk dan sekunder Wilalung seluas 6,448 Ha, Bendung Sedadi seluas 16,005 Ha dan rehabilitasi Bendung Sidorejo seluas 6.038 Ha.
Proyek rehabilitasi saluran irigasi tersebut menurutnya, sudah mulai kontrak pada akhir November 2015 lalu, dengan biaya sekitar Rp 1,6 triliun.
"Pelaksanaannya selama 3 tahun dari 2015 - 2018. Tahun ini, dananya sebesar Rp650 miliar sedangkan untuk progres pekerjaannya sudah mencapai 35% dari target 30%" terangnya.
Ditambahkannya dalam pelaksanaan rehabilitasi, pihaknya melakukan koordinasi dengan Induk Perkumpulan Petani dan Pemakai Air (IP3A) karena pengeringan beton saluran baru tidak boleh terkena air, sehingga sementara menanam palawija. "Karena ada pembetonan dan itu tidak boleh kena air. Kami optimis awal 2018 akan selesai," tegasnya.
Sebagai informasi, Waduk Kedung Ombo merupakan sebuah bendungan raksasa dengan volume tampung air sebesar 688 juta m3, yang mengairi 61 ribu hektar lahan pertanian. Dibangun tahun 1985 - 1989 dengan luas 6.576 hektar dan berada di 3 wilayah kabupaten, yaitu kabupaten Grobogan, kabupaten Sragen, dan kabupaten Boyolali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?