Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) terus bahu membahu bersama BUMN Karya membangun kelas sementara bagi sekolah-sekolah yang hancur akibat gempa di Aceh. "Saat ini telah diselesaikan 1 dari 6 ruang kelas di SDN Masjid Kecamatan Trienggading, Kab.Pidie Jaya dan telah dimanfaatkan," kata Ketua Harian Satgas Infrastruktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Kementerian PUPR Rezeki Paranginangin, di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (31/12/2016).
Dikatakannya, sekolah-sekolah yang rusak berat sudah dilakukan verifikasi oleh tim yang dipimpin oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan didampingi oleh Satgas Kementerian PUPR, BNPB dan BPKP. Hingga hari ini tercatat sebanyak 92 sekolah rusak dimana 22 sekolah mengalami rusak berat. Dari 22 sekolah yang rusak berat ada 12 sekolah dan 1 madrasah yang sudah diratakan pihak TNI sebagai prioritas untuk dibangun kembali.
Pembangunan kelas sementara sangat penting mengingat sebentar lagi proses belajar dan mengajar di sekolah akan dimulai. "Saya optimis Awal Januari 2017 target yang telah ditetapkan bisa diselesaikan," jelasnya.
Menurut Rezeki Paranginangin bahwa 12 sekolah dan 1 Madrasah yang mengalami rusak berat tersebut dibagi menjadi 3 zona yakni Zona 1 terdiri dari SD Mesjid Trienggading, SMPN Tampui, SDN Tampui, PAUD Kasih Ibu, dan SDN Palanduk Tunong yang berlokasi di Kecamatan Trienggading.
Untuk Zona 1 kata Rezeki per 29 Desember, SDN Tampauei progresnya berupa pemasangan bowlpank, penggalian pondasi, pemasangan triplek dan kawat untuk ventilasi.
Pada zona 1 Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk membangun 2 ruang IGD, 2 modul poliklinik, 1 apotik, 10 modul ruang inap di RSUD Pidie Jaya dimana saat ini sudah dilakukan pekerjaan pematangan lahan.
Sementara di Zona 2 meliputi SMKN 1 Bandar Baru, MIN (Madrasah) Paru, SDN Jie Jim dan SD Blang Buno rata-rata sudah konstruksi rangka, pengecoran lantai. Sedangkan di SMP 3 Bandar Baru sudah tahap pemasangan atap.
Zona 3 terdiri dari SDN Malim Dagang di Kecamatan Ulim, SMKN 1 di Kecamatam Bandar Dua, dan SMPN 1 Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun dan SMP 2 Pantai Raja. Progres per 29 Desember zona 3 rata-rata pengecoran lantai, pemasangan rolak (bata vertikal) dan timbunan.
Kementerian PUPR dan BUMN sepakat untuk membuat ruangan kelas sementara dengan sistem modular dengan metode knock down dan mnggunakan baja ringan sehingga apabila tidak digunakan lagi masih dapat dimanfaatkan untuk tempat lainnya.
Baca Juga: Program Satu Juta Rumah Tahun 2016 Capai 805.169 Unit
Adapun BUMN yang terlibat baik konstruksi maupun konsultan pengawasnya adalah Waskita Karya, Hutama Karya, Adhi Karya, Nindya Karya, Bina Karya, Wijaya Karya, Brantras Abripraya, PP, Waskita, Yodya Karya dan Virama Karya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara