Bisnis / Makro
Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:02 WIB
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, sabtu (13/5)

Suara.com - Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi dikuarta II 2017 sebesar 5,01 persen. Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 yang sebesar 5,18 persen (year on year/yoy).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan Adaro Energy David Tendian mengapresiasi hasil kinerja perekonomian Indonesia di Kuartal II 2017 tersebut. Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi yang masih di level 5 persen tersebut bisa memberikan dampak yang positif bagi korporasi.

"Kita harus apresiasi lah kinerja pemerintah ini. Karena pertumbuhan ekonomi masih di level 5 persen, ini usaha yang harus kita hargai dan harus kita dukung lebih baik lagi, agar bisa memberikan dampak yang positif lagi bagi Indonesia," kata David saat ditemui di Public Expose Marathon di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

David mengaku optimis, jika kedepannya pemerintah bisa meningkatkan kembali pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Pasalnya, beberapa proyek infrastruktur saat ini tengah berjalan. Diharapkan biaya-biaya distribusi bisa mengalami penurunan.

"Kita lihat lebaran aja kemarin berjalan lancar, inflasinya terkendali. Hal ini terlihat kalau upaya pemerintah dalam pembangunan infrastruktur sudah memberikan sedikit dampak positif," ujarnya.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama semester pertama 2017 sebesar 5,01 persen (yoy), melambat dibandingkan semester pertama 2016 sebesar 5,05 persen (yoy).

Load More