Setelah dua bulan sukses melayani penerbangan ke Banyuwangi semenjak penerbangan perdananya pada tanggal 16 Juni 2017 lalu, NAM Air yang tergabung dalam Sriwijaya Air Group berencana menambah frekuensi penerbangannya di pertengahan bulan ini, tepatnya tanggal 20 Agustus 2017. Penambahan frekuensi ini untuk memenuhi pangsa pasar rute Jakarta-Banyuwangi yang begitu antusias.
Penambahan frekuensi sebanyak satu kali setiap hari ini dilayani dengan nomor penerbangan IN-256 yang berangkat pukul 14.10 WIB dari Jakarta dan tiba di Banyuwangi pukul 15.45 WIB. Adapun untuk jadwal penerbangan Banyuwangi Jakarta berangkat pukul 16.15 WIB dari Banyuwangi dan tiba di Jakarta pukul 17.55 WIB dengan nomor penerbangan IN-257.
"Penerbangan tambahan ini melengkapi jadwal penerbangan yang sudah ada sebelumnya, yaitu nomor penerbangan IN-252 yang berangkat pukul 07.05 WIB dari Jakarta dan tiba di Banyuwangi pukul 08.35 WIB juga penerbangan kembalinya dengan nomor penerbangan IN-253 yang berangkat dari Banyuwangi pukul 09.05 WIB dan tiba di Jakarta pukul 10.30 WIB," kata Agus Soedjono, Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Melalui penambahan frekuensi ini, maka penerbangan ke Banyuwangi yang sebelumnya hanya tersedia penerbangan pagi hari, kini penumpang bisa memanfaatkan alternative penerbangan siang hari. "Ini menjadi pilihan pelanggan karena ada penerbangan pagi dan siang," tutur Agus.
Bukan tanpa alasan, penambahan frekuensi ini dikarenakan sejak awal NAM Air melayani Kota Banyuwangi hingga akhir Juli 2017 kemarin selalu mendapatkan respon yang sangat positif dari pelanggan dan masyarakat. Penerbangan Jakarta-Banyuwangi memang banyak peminatnya. Selama bulan Juli 2017 saja kami mencatat tingkat keterisian atau seat load factor diatas 85 persen.
"Ini yang membuat kami percaya diri melakukan penambahan frekuensi," ujar Agus.
Penambahan frekuensi penerbangan ini juga menjadi bentuk konkret Sriwijaya Air Group dalam kontribusinya pada pengembangan daerah Banyuwangi. Kedepannya Sriwijaya Air Group juga berencana membuka beberapa rute baru lainnya. Tidak menutup kemungkinan kami akan membuka rute-rute lainnya dari Banyuwangi sesuai dengan komitmen Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas untuk memperluas konektivitas dan kerjasama pariwisata hingga ke internasional. Sebagai maskapai, Sriwijaya Air Group siap mendukung agar hal tersebut bisa terealisasi.
"Sama dengan penerbangan yang sudah ada, penerbangan tambahan ini juga akan menggunakan pesawat Boeing 737-500W dengan kapasitas 120 seats yang terdiri dari 112 seats kelas ekonomi dan 8 seats kelas eksekutif," pungkasnya.
Baca Juga: Nam Air Beli Enam Pesawat Baru ATR 72-600
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari