Suara.com - Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI) akan menggelar International Accounting Conference (IAC) di Yogyakarta, 27-29 Agustus 2017. Konferensi ini memfasilitasi presentasi dan pembahasan penelitian dan kajian ilmiah terkini di bidang akuntansi dan keuangan.
Departemen Akuntansi, FEB UI telah aktif terlibat dalam pengembangan atmosfir penelitian di Indonesia, dan merupakan salah satu pemimpin dalam kegiatan penelitian. Sesuai dengan visinya untuk diakui secara internasional sebagai program akuntansi yang memiliki reputasi baik, Departemen Akuntansi telah berusaha untuk memperluas cakupan geografis kegiatan tersebut dengan bekerja sama dengan institusi internasional.
Departemen ini telah menyelenggarakan lima International Accounting Conference dari 2007 sampai 2014. Tak hanya itu Departemen Akuntansi juga menggelar the Asian-Pacific Conference (APC) dan the Asian Academic Accounting Association (AAAA) Annual Conference.
Departemen Akuntansi FEB UI co-hosting dengan Bank Indonesia dalam menyelenggarakan International Accounting Conference tahun ini dan juga disponsori oleh berbagai sponsor dari industri dan profesi.
“Tema untuk International Accounting Conference ke-6 adalah 'The Growth Game Changer: Digital Economy, Financial Inclusion, and Accounting Roles'. Dengan tema tersebut, Konferensi ini diharapkan dapat membuka wawasan profesi akuntan untuk bisa beradaptasi dengan perubahan perkembangan situasi ekonomi saat ini," jelas Ketua Departemen Akuntansi FEB UI, Dr. Ancella Hermawan, dalam siaran persnya, Jumat (25/8/2017).
Konferensi ini, lanjut dia, akan dihadiri oleh pembicara dan presenter makalah dari berbagai negara lain yang tentunya akan bisa meningkatkan reputasi Indonesia dan FEB UI pada khususnya di mata dunia akademisi internasional. Selain itu, Paper yang dipresentasikan dalam konferensi ini akan dipublikasikan dalam jurnal bereputasi internasional yang akan mendukung Visi dan Misi UI dan FEB UI sebagai World Class University dalam meningkatkan publikasi dan rangking internasional.
Lebih lanjut Ancella menuturkan bahwa konferensi ini akan dibuka dengan keynote speech dari Mirza Adityaswara (Deputi Gubernur Senior Bank Sentral Indonesia). Pembicara terkemuka lainnya seperti Eni V. Panggabean (Kepala Sistem Kebijakan dan Pengawasan Pembayaran, Bank Sentral Indonesia), Grace Retnowati (MicroSave Indonesia), Prof. Dr. John Hutagaol (Direktur Perpajakan Internasional, dan masih banyak lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan