Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI), Dr. Maliki Heru Santosa, MBA., Ak., CA., CRMA., FCMA., CGMA., QIA., Cert.IPSAS mengatakan, akuntansi semakin dimengerti dan dipahami sebagai kebutuhan masyarakat yang semakin maju. Menurutnya, akuntansi “hidup” di tengah masyarakat dan mendapat perhatian besar pada saat ini, termasuk juga pada sektor pemerintahan.
Menurutnya, perkembangan kondisi lingkungan, transaksi keuangan pemerintahan, kompleksitas organisasi, dan beragam kegiatan pemerintahan membutuhkan sistem akuntansi yang dapat menunjang fungsi akuntabilitas, manajerial, dan pengawasan.
Dalam akuntansi pemerintahan, kata dia, keuangan Negara harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai amanat konstitusi. Akuntansi pemerintahan memungkinkan pemerintahan untuk melakukan perencanaan berupa penyusunan APBN dan strategi pembangunan lain untuk melaksanakan pembangunan dan pengendalian atas kegiatan tersebut dalam rangka pencapaian ketaatan terhadap peraturan perundangan, efisiensi, efektivitas dan ekonomis.
"Akuntansi memberi kontribusi pada tata kelola pemerintahan yang baik”, kata Heru pada Konferensi Regional Akuntansi (KRA) IV yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur di Universitas Negeri Surabaya, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/4/2017).
Heru yang juga auditor utama di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menilai, penerapan akuntansi berbasis akrual secara khusus pada transaksi kerugian negara, dana transfer dan utang pemerintahan yang dilakukan secara efektif dapat digunakan sebagai pertanggungjawaban keuangan negara/daerah yang akuntabel dan transparan.
"Pencapaian tata kelola pemerintahan yang baik harus ditunjang dengan penyediaan sumber daya manusia akuntan yang banyak dan handal di pemerintahan," kata Heru.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
-
Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922
-
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
-
Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
-
Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh
-
Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK
-
OJK: Laporan Penipuan Tembus 13.130 Kasus Selama Ramadan, Dana Masyarakat Hilang Miliaran