Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi tanggapan dari beberapa fraksi DPR mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 yang dinilai terlalu optimis dengan menyatakan bahwa akan meneliti kembali RAPBN 2018 lebih detail.
“Kita akan teliti secara lebih detail dari mulai dari asumsi makro sampai kepada posturnya,” kata Ani di Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Ani menambahkan ia beserta jajarannya akan menelaah lagi dari perhitungan asumsi, dampak dari sisi penerimaan, subsidi dan belanja negara.
“Kita akan lihat lagi dari mulai landasan perhitungannya asumsinya, kemudian dari sisi implikasinya terhadap item-item yang ada di dalam APBN apakah itu dari sisi penerimaan, dari sisi subsidi dari sisi pembelanjaan negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ani mengatakan hasil dari review tersebut akan dibahas kembali di DPR dengan masing-masing komisi.
“Selanjutnya, berdasarkan review yang dilakukan, hasilnya akan dibahas dengan masing-masing komisi di DPR,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana